HUBUNGAN MANAJEMEN LAKTASI DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU

RAMAHANI, DINI (2025) HUBUNGAN MANAJEMEN LAKTASI DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (132kB)
[thumbnail of ABSTRAK .pdf] Text
ABSTRAK .pdf

Download (238kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR DINI.pdf] Text
KATA PENGANTAR DINI.pdf

Download (758kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (235kB)
[thumbnail of BAB IV .pdf] Text
BAB IV .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (393kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (134kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of LAMPIRAN _compressed (13).pdf] Text
LAMPIRAN _compressed (13).pdf

Download (295kB)

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak. Berat badan yang tidak sesuai dengan umur, tidak ada kenaikan berat badan dalam jangka waktu tertentu atau berat badan berlebih, bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada peningkatan berat badan bayi yaitu pemberian ASI, sebagai sumber nutrisi utama untuk bayi. Rendahnya pemberian ASI mengakibatkan pertumbuhan bayi terhambat. Status gizi yang baik dapat tercapai apabila tubuh memperoleh zat gizi yang cukup.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen laktasi dengan kenaikan berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Banyumas Kabupaten Pringsewu.
Metode Penelitian jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan rancangan analitik korelasi dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian melibatkan seluruh populasi bayi usia 1–5 bulan sebanyak 89 responden, dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73 bayi (82%) mengalami kenaikan berat badan. Responden yang melakukan Inisiasi menyusu dini (IMD) sebanyak 57,3%, menyusui lebih dari 8 kali per 24 jam sebesar 83%, menyusui lebih dari 20–30 menit per sesi sebesar 76,4%, dan memiliki perlekatan menyusui yang tepat sebesar 76,4%. Terdapat hubungan antara IMD dengan kenaikan berat badan dengan nilai (p-value 0,000), frekuensi (p-value 0,000), durasi (p-value 0,000), dan perlekatan menyusui (p-value 0,004). Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMD, frekuensi, durasi, dan perlekatan menyusui dengan kenaikan berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Banyumas, Kabupaten Pringsewu Tahun 2025.

Kata Kunci : Inisiasi menyusu dini, Frekuensi Menyusui, Durasi Menyusui, Perlekatan Menyusui
Daftar Bacaan : 44 (2019-2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 20 Feb 2026 03:08
Last Modified: 20 Feb 2026 03:08
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9054

Actions (login required)

View Item
View Item