ANANDA, ECHA TRISA (2025) PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL DI PMB ANNISAK MEISURI. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (115kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (98kB)
3. KATA PENGANTAR_compressed (29).pdf
Download (179kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (188kB)
5. BAB I.pdf
Download (182kB)
6. BAB II.pdf
Download (496kB)
7. BAB III.pdf
Download (136kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (685kB)
9. BAB V.pdf
Download (156kB)
10. BAB VI.pdf
Download (167kB)
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (249kB)
11. LAMPIRAN_compressed - 2026-02-06T091852.132.pdf
Download (445kB)
Abstract
RINGKASAN
Pada saat lahir bayi masih terhubung dengan ibunya melalui tali pusat, dan akan dipisahkan dengan plasenta melalui penjepitan dan pemotongan tali pusat. Sehingga WHO dan para ahli menyarankan untuk dilakukannya penundaan pemotongan tali pusat guna mencegah kemungkinan terjadinya anemia pada bayi baru lahir. Sampai saat ini waktu yang tepat untuk penundaan penjepitan tali pusat masih diperdebatkan oleh beberapa ahli. Oleh karena itu akhirnya WHO menyarankan dan mengeluarkan pedoman agar tali pusat pada bayi baru lahir dijepit dan dipotong kurang lebih dalam jangka waktu 1-3 menit.
Tujuan asuhan ini diberikan agar pasokan darah dari plasenta lebih optimal guna mencegah terjadinya anemia pada bayi baru lahir. Penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat ini juga dapat meningkatan penyimpanan zat besi pada bayi baru lahir dan dapat mencegah terjadinya anemia. Pengambilan studi kasus asuhan kebidanan dengan metode penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir terhadap bayi Ny. P dilakukan di PMB Annisak Meisuri, S.ST.,Bdn Kalianda Lampung Selatan.
Metode studi kasus yang digunakan dalam penyusunan laporan ini yaitu melalui manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder, serta didokumentasikan dalam bentuk SOAP.
Setelah dilakukan asuhan persalinan dengan metode penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat selama 3 menit dan dilakukan pengecekan kadar HB tehadap bayi Ny. P pada yang berusia 2 hari didapatkan hasil kadar HB bayi 22,9 gd/L, hal ini dikarenakan pasokan darah dari plasenta ke bayi lebih optimal selama waktu penundaan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan penundaan pemotongan tali pusat ini berhasil, dikarenakan hasil kadar HB yang cukup baik. Sarannya diharapkan agar asuhan persalinan normal dengan metode penundaan pemotongan tali pusat ini dapat diterapkan pada persalinan normal, guna menjadi salah satu cara mencegah terjadinya anemia pada bayi baru lahir.
Kata Kunci: Anemia, bayi baru lahir, penundaan pemotongan tali pusat
Daftar bacaan 15 (2020-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi DIII Kebidanan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:10 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:10 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8824 |
