Nabila, Salwa Atikkah (2025) GAMBARAN SWAMEDIKASI NYERI HAID (DISMENOREA) PADA SISWI SMAN 14 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (219kB)
ABSTRAK SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (272kB)
KATA PENGANTAR SALWA ATIKKAH NABILA_compressed.pdf
Download (554kB)
DAFTAR ISI SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (259kB)
BAB I SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (256kB)
BAB II SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (684kB)
BAB III SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (333kB)
BAB IV SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
BAB V SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (239kB)
DAFTAR PUSTAKA SALWA ATIKKAH NABILA.pdf
Download (225kB)
LAMPIRAN SALWA ATIKKAH NABILA_compressed.pdf
Download (725kB)
Abstract
ABSTRAK
Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta konsentrasi belajar. Di Indonesia, prevalensi dismenorea mencapai 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Banyak siswi yang memilih swamedikasi untuk mengatasi nyeri haid, berdasarkan BPS tahun 2023 yang menunjukkan bahwa 79,74% masyarakat melakukan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran swamedikasi dismenorea pada siswi SMAN 14 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara langsung kepada 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil menunjukkan bahwa persentasi tertinggi responden pertama kali melakukan swamedikasi pada usia 14 tahun (25%), dan tingkat pendidikan sejak SMP (64%), gejala yang dirasakan adalah nyeri/kram sedang di perut bagian bawah (47%), alasan melakukan swamedikasi adalah karena pengobatan dianggap lebih mudah (50%), obat yang digunakan adalah paracetamol (45%), dengan sumber informasi berasal dari keluarga (55,8%) dan tempat memperoleh obat adalah apotek (65%), penggunaan obat swamedikasi dismenorea pada hari ke-1 hingga ke-3 menstruasi (94%). Efek samping yang dirasakan tidak ada efek samping (66%), penyimpanan obat di suhu ruang (86%) dan tindak lanjutnya dibiarkan saja (67%).
Kata kunci : Nyeri haid, Dismenorea, swamedikasi
Daftar Bacaan : 63 (2009-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:05 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:05 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8810 |
