UTARI, YUSPITA DEWI (2025) FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPOTENSI PADA PASIEN DENGAN PASCA SPINAL ANESTESI DI RUANG BEDAH RSUD JEND. AHMAD YANI METRO PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (349kB)
ABSTRAK.pdf
Download (348kB)
KATA PENGANTAR ._compressed.pdf
Download (252kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (644kB)
BAB I.pdf
Download (329kB)
BAB II.pdf
Download (526kB)
BAB III.pdf
Download (515kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
BAB V.pdf
Download (165kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (314kB)
LAMPIRAN_compressed (35).pdf
Download (724kB)
Abstract
ABSTRAK
Hipotensi pasca spinal anestesi merupakan komplikasi yang sering terjadi dan berdampak serius terhadap kestabilan hemodinamik pasien. Di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, insiden hipotensi dilaporkan mencapai 20–25% dari total pasien yang menjalani tindakan spinal anestesi. Kondisi ini dapat memperburuk prognosis, terutama pada pasien dengan faktor risiko tertentu seperti indeks massa tubuh tidak ideal, status hidrasi buruk, atau perdarahan intraoperatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotensi pada pasien pasca spinal anestesi di ruang bedah RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Provinsi Lampung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien yang menjalani spinal anestesi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling.Variabel yang diteliti adalah usia, IMT, cairan preloading, pemberian vasopressor, jumlah perdarahan, dan ketinggian blokade. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT (p=0,004), cairan preloading (p=0,002), pemberian vasopressor (p=0,006), jumlah perdarahan (p=0,021). Sedangkan faktor usia (p=0,378) dan ketinggian blokade anestesi (p=0,776) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan .Sehingga dapat disimpulkan Terdapat hubungan antara faktor IMT, pemberian cairan preloading, pemberian vasopressor dan jumlah perdarahan dengan kejadian hipotensi pada pasien dengan spinal anestesi. Identifikasi faktor-faktor tersebut penting dilakukan dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan hipotensi untuk meningkatkan keselamatan pasien selama dan setelah tindakan spinal anestesi. Pemantauan tekanan darah sebelum, selama, dan sesudah anestesi spinal sangat disarankan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penilaian risiko hipotensi pada anestesi spinal serta bahan pengembangan ilmu dan penelitian lebih lanjut di bidang anestesi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Keperawatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:56 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:56 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8360 |
