TIARA, TIARA (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BERISIKO REMAJA TERHADAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA SISWA/i SMAN 2 KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
Sampul.pdf
Download (187kB)
ABSTRAK TIARAA.pdf
Download (185kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (453kB)
Daftar iIsi.pdf
Download (189kB)
Bab I.pdf
Download (273kB)
Bab II.pdf
Download (376kB)
Bab III.pdf
Download (372kB)
Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
Bab V.pdf
Download (260kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (236kB)
LAMPIRAN_compressed (18).pdf
Download (480kB)
Abstract
ABSTRAK
Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perkembangan fisik, emosional, dan sosial, termasuk perilaku seksual. Kurangnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, ditambah pengaruh negatif media sosial dan minimnya peran orang tua, dapat menyebabkan perilaku seksual berisiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual (IMS).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku berisiko remaja terhadap infeksi menular seksual (IMS) di SMAN 2 Kotaagung Tanggamus.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 2 Kotaagung sebanyak 746 orang, dengan sampel berjumlah 97 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian dilaksanakan pada April 2025. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja (p = 0,013), sikap (p = 0,022), peran orang tua (p = 0,038), dan penggunaan media sosial (p = 0,019) terhadap perilaku berisiko IMS. Keempat faktor ini terbukti memengaruhi tingkat keterlibatan remaja dalam perilaku seksual berisiko.
Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan pengetahuan, sikap positif, keterlibatan orang tua, dan pengelolaan media sosial berperan penting dalam menurunkan perilaku berisiko IMS pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari sekolah, orang tua, dan lembaga terkait untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan pengawasan perilaku remaja.
Kata Kunci : Infeksi Menular Seksual, Perilaku, Remaja
Daftar bacaan : 69 (2019-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:16 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:16 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9077 |
