SAHARANI, SHELVIA PUTRI (2025) HUBUNGAN PENGETAHUAN, STATUS GIZI, DAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (200kB)
ABSTRAK.pdf
Download (188kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (353kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (189kB)
BAB I.pdf
Download (305kB)
BAB II.pdf
Download (631kB)
BAB III.pdf
Download (448kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (356kB)
BAB V.pdf
Download (186kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (407kB)
LAMPIRAN_compressed - 2026-02-18T143003.769.pdf
Download (470kB)
Abstract
ABSTRAK
Anemia masih menjadi masalah gizi yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama karena kurangnya asupan zat besi, pola makan yang kurang sehat, serta rendahnya kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Anemia dapat berdampak serius pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta pertumbuhan. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja di Indonesia mencapai 32% dan di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 28,4%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, status gizi, dan kepatuhan mengonsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan.
Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian survey analitik dan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri kelas X di SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan. Jumlah sampel sebanyak 73 responden, diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dianalisis dengan metode analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 52,1% responden, 54,8% memiliki pengetahuan kurang, 50,7 % mengalami KEK, dan 75,3% yang tidak patuh. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value= 0.001), status gizi (p-value= 0.000), dan kepatuhan mengonsumsi TTD (p-value= 0.001) dengan kejadian anemia.
Dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan, status gizi tidak normal, serta rendahnya kepatuhan mengonsumsi TTD berhubungan dengan meningkatnya risiko anemia. Upaya yang perlu dilakukan adalah edukasi dan pendampingan dari sekolah serta tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, status gizi, dan kepatuhan remaja putri dalam mencegah anemia. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi program pencegahan anemia di kalangan remaja.
Kata Kunci : Pengetahuan, Status Gizi, Kepatuhan Mengonsumsi TTD,
dan Anemia
Daftar Bacaan : 51 (2015-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:04 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:04 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9037 |
