PENGARUH PERMAINAN PUZZLE TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA.AD DA’WAH KECAMATAN ABUNG SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2025

PUTRI, DAMSI EMILIA (2025) PENGARUH PERMAINAN PUZZLE TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA.AD DA’WAH KECAMATAN ABUNG SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR_compressed (2).pdf] Text
KATA PENGANTAR_compressed (2).pdf

Download (201kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (493kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (358kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of LAMPIRAN_compressed (7).pdf] Text
LAMPIRAN_compressed (7).pdf

Download (561kB)

Abstract

ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara dengan prevalensi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan tertinggi di Asia Tenggara. Tahun 2020 terdapat 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik berupa motorik kasar, motorik halus, gangguan pendengaran serta perkembangan bahasa. Berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan tersebut dapat dijelaskan bahwa rata-rata kemampuan fisik motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA.Ad Da’wah Kec.Abung Selatan Lampung Utara rata-rata belum mampu menguasai motorik halus serta belum familiar dengan permainan puzzle.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan puzzle terhadap motorik halus anak usia 4–5 tahun.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasi analitik prospektif pada 30 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi pretest dan posttest me$nggunakan lembar kuisioner, kemudian dilakukan analisi dengan uji paired sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motorik halus meningkat dari 13,10 (sebelum) menjadi 21,27 (sesudah intervensi puzzle), dengan nilai p-value 0,001 (< 0,05), menunjukkan hasil yang signifikan.
Permainan puzzle berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Disarankan agar pendidik dan orang tua menggunakan puzzle secara rutin sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak.

Kata Kunci : Motorik Halus, Puzzle, Anak Usia Dini
Daftar bacaan : 25 (2010-2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: ruang baca Keperawatan
Date Deposited: 20 Feb 2026 03:03
Last Modified: 20 Feb 2026 03:03
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9028

Actions (login required)

View Item
View Item