HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KOTA KOTA BANDAR LAMPUNG

A SINAGA, ANGELINE PRISCILL (2025) HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KOTA KOTA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (163kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR.pdf] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (978kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (739kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (253kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (483kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (369kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of LAMPIRAN_compressed (5).pdf] Text
LAMPIRAN_compressed (5).pdf

Download (507kB)

Abstract

ABSTRAK
Berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor utama penyebab kematian bayi baru lahir dan dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan serta penyakit kronis di masa depan. Pada tahun 2023, Provinsi Lampung melaporkan 197 kasus berat badan lahir rendah, dengan angka kematian neonatal tertinggi. Di Kota Bandar Lampung, kasus terbanyak ditemukan di Puskesmas Kupang Kota, yaitu sebanyak 39 kasus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dengan pertumbuhan bayi usia 0 hingga 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kupang Kota. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Populasi penelitian meliputi 80 bayi usia 0 sampai 6 bulan yang tercatat pada Februari hingga Maret 2025, dengan 67 bayi dipilih secara acak dari data posyandu sebagai sampel yang mewakili populasi tersebut.
Hasil analisis terhadap 67 responden menunjukkan bahwa 17,9% bayi dengan riwayat berat badan lahir rendah memiliki status berat badan menurut umur (BB/U) yang tidak normal, dan 16,4% memiliki status panjang badan menurut umur (PB/ U) yang tidak normal. Analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara riwayat berat badan lahir rendah dengan pertumbuhan bayi, dengan p value sebesar 0,000.
Bayi yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah berisiko lebih tinggi mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada usia 0 sampai 6 bulan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan di posyandu dan puskesmas disarankan untuk melakukan pemantauan dan intervensi lebih intensif pada bayi dengan riwayat tersebut. Selain itu, edukasi kepada orang tua tentang pentingnya perawatan dan pemberian air susu ibu secara eksklusif juga perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan optimal bayi.

Kata Kunci : Bayi, Berat Lahir Rendah, Pertumbuhan Bayi
Daftar Bacaan : 28 (2019-2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: ruang baca Keperawatan
Date Deposited: 20 Feb 2026 03:00
Last Modified: 20 Feb 2026 03:00
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9020

Actions (login required)

View Item
View Item