Wardani, F. Geila Indah (2025) PENERAPAN PIJAT PERINEUM DALAM MENGURANGI RUPTUR PERINEUM SAAT PERSALINAN DI TPMB AGNES TRIWIYARTI S.Keb LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (149kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (208kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (863kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (169kB)
5. BAB I.pdf
Download (193kB)
6. BAB II.pdf
Download (372kB)
7. BAB III.pdf
Download (281kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (405kB)
9. BAB V.pdf
Download (221kB)
10. BAB VI.pdf
Download (144kB)
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (219kB)
12. LAMPIRAN_compressed (18).pdf
Download (288kB)
Abstract
RINGKASAN
Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi selama proses persalinan dan dapat menimbulkan berbagai risiko seperti perdarahan, infeksi, bahkan gangguan pada fungsi dasar panggul. Salah satu upaya komplementer nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya robekan perineum adalah dengan teknik pijat perineum.
Teknik ini dilakukan secara lembut pada area perineum, dimulai sejak usia kehamilan 36 minggu, dengan tujuan untuk meningkatkan elastisitas jaringan sehingga mampu mengurangi risiko ruptur saat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pijat perineum dalam mengurangi kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin.
Studi kasus dilakukan terhadap Ny. N, G1P0A0 dengan usia kehamilan 36 minggu yang mendapatkan intervensi pijat perineum secara rutin. Pendekatan yang digunakan adalah manajemen kebidanan 7 langkah varney dengan metode dokumentasi SOAP. Asuhan kebidanan dilaksanakan di TPMB Agnes Tri Wiyarti, Lampung Selatan.
Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan kesiapan fisik dan psikologis ibu serta peningkatan elastisitas jaringan perineum. Namun, saat proses persalinan berlangsung, Ny. N tetap mengalami ruptur perineum derajat II. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pijat perineum memberikan manfaat dalam persiapan persalinan, efektivitasnya dalam mencegah ruptur perineum belum sepenuhnya optimal dan masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti posisi janin, teknik mengejan, dan proteksi perineum saat kala II.
Berdasarkan hasil ini, penulis menyarankan agar pijat perineum tetap dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan komplementer dalam pelayanan kebidanan, serta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberhasilannya.
Kata Kunci : Pijat Perineum, Ruptur Perineum, Asuhan Kebidanan
Daftar bacaan : 18 ( 2020-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi DIII Kebidanan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 07:45 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 07:45 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8983 |
