MEILIA, DIRA (2025) HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGELARAN KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (98kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (93kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (779kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (96kB)
5. BAB I.pdf
Download (177kB)
6, BAB II.pdf
Download (323kB)
7. BAB III.pdf
Download (295kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
9. BAB V.pdf
Download (88kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (171kB)
11. LAMPIRAN.pdf
Download (833kB)
Abstract
ABSTRAK
Stunting merupakan masalah kesehatan global yang mencerminkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sejak masa kandungan hingga usia dini. Kondisi ini berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Salah satu faktor risiko penting stunting adalah kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. KEK ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Ibu hamil dengan KEK berisiko tinggi melahirkan anak dengan pertumbuhan terhambat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada tahun 2025. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita di wilayah tersebut dengan sampel sebanyak 95 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling.
Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan rekam medis dari buku KIA. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Nilai p-value = 0,001 dan Odds Ratio (OR) = 4,628. Ini berarti KEK meningkatkan risiko stunting lebih dari empat kali lipat.
Sebanyak 17 dari 26 ibu dengan riwayat KEK melahirkan anak yang mengalami stunting. Sementara itu, dari 58 ibu tanpa KEK, hanya 9 anak yang mengalami stunting. Hasil ini menguatkan bahwa status gizi ibu selama kehamilan sangat memengaruhi pertumbuhan anak. KEK mengganggu suplai nutrisi ke janin yang dapat menghambat perkembangan intrauterin. Akibatnya, anak lahir dengan berat badan rendah dan risiko pertumbuhan terhambat.
Diperlukan intervensi gizi yang tepat kepada ibu hamil, terutama deteksi dini dan pemberian suplemen bagi ibu dengan risiko KEK. Upaya edukasi, pemantauan rutin LILA, serta pendampingan selama kehamilan penting untuk mencegah terjadinya stunting. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus bekerja sama menguatkan program intervensi gizi ibu hamil. Dengan demikian, kualitas generasi mendatang dapat ditingkatkan secara optimal.
Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronik, Stunting, Ibu Hamil
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kebidanan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:50 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:50 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8947 |
