OKTARIANA, NADIA (2025) GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS KRUI, KARYA PENGGAWA, DAN BIHA KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
1. sampul.pdf
Download (134kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (127kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (754kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (326kB)
5. BAB 1.pdf
Download (346kB)
6. BAB 2.pdf
Download (884kB)
7. BAB 3.pdf
Download (469kB)
8. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (462kB)
9. BAB 5.pdf
Download (97kB)
10 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (326kB)
11. LAMPIRAN_compressed (53).pdf
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Gangguan jiwa adalah gangguan kognitif, perilaku, dan emosional yang bermanifestasi sebagai gejala dan kelainan perilaku yang nyata. Gangguan ini dapat menyebabkan tekanan dan menghambat kemampuan seseorang untuk berkontribusi pada masyarakat dan ekonomi. Pada provinsi lampung kasus gangguan jiwa terdapat 14.662 kasus dan pada kabupaten pesisir barat terdapat 269 kasus gangguan jiwa. Faktor yang menyebabkan peningkatan gangguan jiwa adalah kurangnya dukungan keluarga dalam bentuk biaya pengobatan, motivasi dan kasih sayang serta perhatian sebagai ketidakpatuhan mengonsumsi obat. Peran keluarga dalam tindakan, sikap, dan penerimaan terhadap pasien dapat mengurangi stressor pada pasien gangguan jiwa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di puskesmas krui, karya penggawa, dan biha tahun 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, jumlah sampel yang digunakan 39 sampel, data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis dan dianalisis secara statistik untuk melihat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin sebagian besar yang menderita gangguan jiwa dialami laki-laki (74,36%), berusia 36-45 tahun (33,33%), dengan Pendidikan terakhir SMA (69,23%), tidak bekerja (46,15%), durasi pengobatan >1 tahun (92,31%), jumlah item obat sebanyak 3 obat (66,67%), dengan gangguan mental psikotik (97,44%). Kepatuhan berdasarkan metode MMAS-8 yang patuh laki-laki (51,72%), usia 12-16 tahun (100%), Pendidikan sarjana (100%), pekerjaan PNS (100%), durasi pengobatan 1-3 bulan (100%), jumlah 2 item obat (61,54%), gangguan neuronik (100%). Kepatuhan berdasarkan metode PDC yang patuh perempuan (70,00%), usia 12-16 tahun dan >65 tahun (100%), pendidikan, pekerjaan, durasi pengobatan, karakteristik gangguan neurotik, sama hasilnya dengan metode MMAS-8, jumlah 3 item obat (61,50%).
Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Gangguan Jiwa, MMAS, PDC.
Daftar Bacaan : 52 (1993-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:26 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:26 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8885 |
