SAPUTRI, ERNILA SEPTARIKA (2025) HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN KADAR SGPT SGOT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSD Dr. A DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR CETAK_compressed.pdf
Download (79kB)
KATA PENGANTAR_compressed - 2026-02-03T111312.593.pdf
Download (248kB)
ABSTRAK_compressed (77).pdf
Download (11kB)
DAFTAR ISI_compressed (95).pdf
Download (888kB)
BAB 1_compressed (65).pdf
Download (36kB)
BAB 2_compressed (64).pdf
Download (123kB)
BAB 3_compressed (65).pdf
Download (23kB)
BAB 4_compressed (62).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (45kB)
BAB 5_compressed (60).pdf
Download (14kB)
DAFTAR PUSTAKA_compressed (69).pdf
Download (53kB)
Abstract
ABSTRAK
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c, sebagai indikator kontrol glikemik jangka panjang, dengan kadar enzim hati SGOT dan SGPT pada penderita DMT2. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross-sectional, dilaksanakan di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung pada Juni 2025, dengan sampel 35 pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel terikat adalah kadar SGOT dan SGPT. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank, karena data SGOT dan SGPT tidak terdistribusi normal. Dari 35 responden, 54.3% adalah perempuan dan 45.7% laki-laki, dengan rata-rata kadar HbA1c 9.1%, menunjukkan kontrol glikemik yang buruk. Rata-rata kadar SGOT dan SGPT masing-masing adalah 25.74 U/L dan 22.94 U/L, meskipun dalam batas normal, nilai tertinggi menunjukkan potensi kerusakan hati. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hasil hubungan HbA1c dengan SGOT (p-value 0.833>0,05, koefisien korelasi -0,037) dan HbA1c dengan SGPT adalah(p-value 0.299>0,05, koefisien korelasi 0,181), keduanya menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan, sehingga hipotesis nol diterima.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, HbA1c, SGOT, SGPT
Daftar bacaan : (2013-2024
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:59 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:59 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8716 |
