FEBRIANTO, FITRA (2025) HUBUNGAN FASE USIA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK PRE SIRKUMSISI DI RUMAH SUNAT LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (144kB)
ABSTRAK.pdf
Download (230kB)
KATA PENGANTAR _compressed (2).pdf
Download (226kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (225kB)
BAB I.pdf
Download (212kB)
BAB II.pdf
Download (482kB)
BAB III.pdf
Download (384kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (386kB)
BAB V.pdf
Download (251kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (201kB)
LAMPIRAN_compressed (65).pdf
Download (424kB)
Abstract
ABSTRAK
Kecemasan preoperatif merupakan masalah psikologis yang umum terjadi pada anak-anak yang akan menjalani tindakan medis seperti sirkumsisi Data estimasi menurut World HealthOrganization (2020), memperkirakan data anak-anak yang mengalami kecemasan pada saat tindakan medis invasif seperti tindakan sirkumsisi sekitar 60-70%. Di Indonesia, lebih dari 80% anak yang menjalani tindakan invasif seperti sirkumsisi mengalami kecemasan yang tinggi (Kemenkes, 2021). Hasil pre survey kecemasan pada saat sirkumsisi di Rumah Sunat Elnara 85% dan Rumah Sunat ABM 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fase usia anak (toddler, pra-sekolah, dan usia sekolah) dengan tingkat kecemasan yang dialami sebelum menjalani tindakan sirkumsisi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 47 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling dari Rumah Sunat Modern Elnara dan ABM di Provinsi Lampung. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan instrumen Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada fase usia sekolah (44,7%), sedangkan sisanya pada fase pra-sekolah (29,8%) dan toddler (25,5%). Dalam hal tingkat kecemasan, 44,7% anak mengalami kecemasan ringan, 27,7% kecemasan sedang, dan 27,7% kecemasan berat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan hubungan signifikan antara fase usia dengan tingkat kecemasan. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 23.375 menunjukkan bahwa anak toddler – pre school memiliki kemungkinan 23 kali lebih besar untuk mengalami kecemasan sedang–berat dibandingkan anak usia sekolah. Confidence interval 95% berada pada rentang 5.094 -107.260 yang tidak mencakup angka 1, memperkuat signifikansi statistik hubungan tersebut. Hasil ini merekomendasikan pentingnya pendekatan psikologis berdasarkan fase usia untuk meminimalisir kecemasan pada anak menjelang sirkumsisi.
Kata kunci : Fase Usia Anak, Sirkumsisi, Tingkat Kecemasan Anak
Referensi : 31 (1997-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Keperawatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 04:18 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:18 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8523 |
