PIKTORIA, IMELDA DWI (2025) PERBANDINGAN KUALITAS SEDIAAN HISTOPATOLOGI JARINGAN KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) SEBAGAI PENGGANTI XYLOL PADA PROSES DEPARAFINISASI PEWARNAAN HE. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
01 LEMBAR JUDUL.pdf
Download (44kB)
02 ABSTRAK.pdf
Download (30kB)
03 KATA PENGANTAR_compressed (1).pdf
Download (425kB)
04 DAFTAR ISI.pdf
Download (39kB)
BAB I.pdf
Download (107kB)
BAB II.pdf
Download (226kB)
BAB III.pdf
Download (149kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (349kB)
BAB V.pdf
Download (30kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (35kB)
LAMPIRAN_compressed - 2026-01-07T144408.549.pdf
Download (664kB)
Abstract
ABSTRAK
Tahapan histoteknik salah satunya adalah deparafinisasi. Deparafinisasi merupakan proses menghilangkan parafin dengan tujuan agar pada proses pewarnaan jaringan warna dapat diserap secara maksimal. Xylol mempunyai kekurangan yaitu bersifat toksik, karsinogenik, dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan bahan alternatif pengganti alamai contohnya Minyak lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas, sediaan histopatologi sediaan jaringan kanker payudara menggunakan minyak atsiri kenanga (Cananga odorata) tanpa pemanasan dan pemanasan suhu (30°C,40°C,50°C) pada proses deparafinisasi. Jenis penelitian ini eksperimental pada proses deparafinisasi menggunakan xylol dan minyak atsiri kenanga tanpa pemanasan dan pemanasan dengan variasi suhu (30°C, 40°C, 50°C). Kualitas sediaan menggunakan xylol memiliki rerata skor 8, minyak atsiri kenanga tanpa pemanasan memiliki rerata skor 7, pemanasan suhu 30°C memiliki rerata skor 7,4, pemanasan suhu 40°C memiliki rerata skor 6, pemanasan suhu 50°C memiliki rerata skor 5. Hasil uji Kruskal Wallis Test menunjukan nilai signifikan sebesar 0,021 (p<0,05). Dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan dua variabel independen yang tidak berpasangan, didapati hasil uji Mann-Whitney yang terbaik adalah pada perlakuan deparafinisasi minyak atsiri kenanga suhu 30°C dengan nilai signifikan 0,317 (p.0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan deparafinisasi minyak atsiri kenanga suhu 30°C tidak terdapat perbedaan dengan deparafinisasi menggunakan xylol sehingga dapa dapat digunakan sebagai pengganti xylol pada proses deparafinisasi.
Kata kunci : Kualitas Sediaan Histopatologi, Deparafinisasi, Xylol, Minyak Atsiri Kenanga
Daftar Bacaan : 29 (2013-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 07:30 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 07:30 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8199 |
