AGUSTIN AS., CITRA (2025) HUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEGALA MIDER KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (147kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (247kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (739kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (200kB)
5. BAB I.pdf
Download (103kB)
6. BAB II.pdf
Download (67kB)
7. BAB III.pdf
Download (198kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
9. BAB V.pdf
Download (10kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (144kB)
11. LAMPIRAN_compressed (28).pdf
Download (547kB)
Abstract
ABSTRAK
Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada kelompok usia balita. Penyakit ini dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Faktor penyebab diare sangat kompleks, namun perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang rendah terbukti menjadi faktor risiko yang signifikan dalam kejadian diare pada anak-anak. PHBS di tingkat rumah tangga mencakup aspek penting seperti penggunaan air bersih, pemanfaatan jamban sehat, dan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun. Intervensi berbasis PHBS telah menjadi salah satu pendekatan preventif utama dalam menurunkan angka kejadian diare..
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 110 responden, yang terdiri dari 55 ibu yang memiliki balita dengan diare (kasus) dan 55 ibu yang memiliki balita tanpa diare (kontrol). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang memuat indikator PHBS rumah tangga.
Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa ketiga indikator tersebut memiliki nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku PHBS dan kejadian diare pada balita. Sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Segala Mider. Perilaku mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, penggunaan air bersih yang layak, serta ketersediaan jamban sehat merupakan faktor-faktor penting yang berkontribusi terhadap pencegahan diare. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita, melalui edukasi dan intervensi berbasis PHBS secara berkelanjutan guna menurunkan insiden diare pada anak usia dini.
Kata Kunci : PHBS, diare, balita, Puskesmas, Bandar Lampung Daftar Bacaan: 12 (2013-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 04:55 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 04:55 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8170 |
