RAMADHANTI, INDAH (2025) HUBUNGAN JUMLAH DAN JENIS LEUKOSIT DENGAN KADAR C-REAKTIVE PROTEIN PADA PASIEN PNEUMONIA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
lembar sampul_compressed (2).pdf
Download (37kB)
abstrak_compressed (2).pdf
Download (48kB)
kata pengantar_compressed (17).pdf
Download (183kB)
daftar isi_compressed (2).pdf
Download (285kB)
bab 1_compressed (1).pdf
Download (32kB)
bab 2_compressed (1).pdf
Download (145kB)
bab 3_compressed (1).pdf
Download (43kB)
bab 4_compressed (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (67kB)
bab 5_compressed (1).pdf
Download (25kB)
daftar pustaka_compressed (1).pdf
Download (46kB)
daftar pustaka_compressed (1).pdf
Download (46kB)
Abstract
ABSTRAK
Pneumonia merupakan peradangan akut pada parenkim paru yang sering terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan respons inflamasi sistemik, seperti peningkatan jumlah leukosit dan kadar C-Reaktive Protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah dan jenis leukosit dengan kadar C-Reaktive Protein pada pasien pneumonia anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 30 pasien anak usia ≤5 tahun yang dirawat inap dan telah diperiksa jumlah leukosit serta kadar C-Reaktive Protein. Data diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah leukosit tertinggi 27 pasein (90%) dengan jenis leuksit Neutrofil 15 pasien (50%), Limfosit 14 pasien (47%), Monosit 25 pasien (83,3%), Eosinofil 15 pasien (50%), dan untuk semua responden mempunyai nilai normal pada basofil yaitu 30 pasien (100%). Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dengan kadar C-Reaktive Protein (p<0,05) dengan p-value 0,027, sedangkan hubungan jenis leukosit dengan kadar C-Reaktive Protein tidak signifikan secara statistic, karena nilai dari jenis leukosit neutrofil p-value 0,776, lymfosit p-value 0,647, monosit p-value 0,287, eosinofil p-value 0,192, basofil p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan jumlah leukosit berkorelasi dengan peningkatan kadar C-Reaktive Protein, sehingga keduanya dapat dijadikan indikator awal dalam menilai inflamasi pada pneumonia.
Kata Kunci : C-Reaktive Protein, Jumlah Leukosit, Pneumonia
Daftar Bacaan : 31 (2015-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 01:34 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 01:34 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9119 |
