HUBUNGAN FAKTOR KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAYHALIM 2 KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025

SUHANDA, EKO (2025) HUBUNGAN FAKTOR KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAYHALIM 2 KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of lembar sampul_compressed (1).pdf] Text
lembar sampul_compressed (1).pdf

Download (15kB)
[thumbnail of abstrak_compressed (1).pdf] Text
abstrak_compressed (1).pdf

Download (23kB)
[thumbnail of kata pengantar_compressed (16).pdf] Text
kata pengantar_compressed (16).pdf

Download (300kB)
[thumbnail of daftar isi_compressed (1).pdf] Text
daftar isi_compressed (1).pdf

Download (27kB)
[thumbnail of bab 1_compressed.pdf] Text
bab 1_compressed.pdf

Download (50kB)
[thumbnail of bab 2_compressed.pdf] Text
bab 2_compressed.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of bab 3_compressed.pdf] Text
bab 3_compressed.pdf

Download (59kB)
[thumbnail of bab 4_compressed.pdf] Text
bab 4_compressed.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)
[thumbnail of bab 5_compressed.pdf] Text
bab 5_compressed.pdf

Download (26kB)
[thumbnail of daftar pustaka_compressed.pdf] Text
daftar pustaka_compressed.pdf

Download (38kB)
[thumbnail of lampiran_compressed (27).pdf] Text
lampiran_compressed (27).pdf

Download (269kB)

Abstract

ABSTRAK

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan seperti balita dan lansia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti ventilasi yang buruk, pencahayaan tidak memadai, kelembaban tinggi, dan kepadatan hunian yang berlebih, dapat menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Wayhalim 2 Kota Bandar Lampung tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 92 rumah dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik rumah serta wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah (p=0,001), Lantai rumah (p=0,001), dinding ruangan (p=0,001), dan kepadatan hunian (p=0,001) dengan kejadian ISPA. Rumah dengan kondisi fisik yang tidak memenuhi standar kesehatan terbukti memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian ISPA.
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan kondisi fisik rumah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit ISPA di masyarakat. Intervensi dari sektor kesehatan dan lintas sektor lain sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat, khususnya di daerah padat penduduk seperti Wayhalim 2.

Kata kunci: ISPA, kondisi fisik rumah, ventilasi, pencahayaan, kelembaban, kepadatan hunian
Daftar Pustaka: 17 (2013-2025)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan
Depositing User: ruang baca Keperawatan
Date Deposited: 24 Feb 2026 01:34
Last Modified: 24 Feb 2026 01:34
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/9117

Actions (login required)

View Item
View Item