DAMA YANTI, NADELA (2025) GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT MEDICATION DI INSTALASI FARMASI RSUD DEMANG SEPULAU RAYA LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
SAMPUL NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (137kB)
ABSTRAK NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (225kB)
KATA PENGANTAR NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (563kB)
DAFTAR ISI NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (159kB)
BAB I NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (210kB)
BAB II NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (419kB)
BAB III NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (253kB)
BAB IV NADELA DAMA YANTI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (303kB)
BAB V NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (177kB)
DAFTAR PUSTAKA NADELA DAMA YANTI.pdf
Download (171kB)
LAMPIRAN NADELA DAMA YANTI_compressed.pdf
Download (920kB)
Abstract
ABSTRAK
High-alert medication adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat Yang Tidak Dikehendaki (ROTD). tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat high alert di Instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya Lampung Tengah Tahun 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di dua Depo Farmasi (Rawat Jalan dan Rawat Inap/IGD) RSUD Demang Sepulau Raya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian kondisi penyimpanan obat high alert di Depo Rawat Jalan dan Rawat Inap masing-masing adalah: kategori berisiko tinggi (80% dan 82,35%), LASA kemasan mirip (81,82% dan 90,91%), LASA ucapan mirip (77% dan 78,13%), LASA nama sama kekuatan berbeda (91,67% dan 88,09%), serta elektrolit konsentrasi tinggi (83,33% di Rawat Inap). Namun, tingkat kesesuaian pelabelan obat menunjukkan hasil yang bervariasi: obat berisiko tinggi (40% dan 49,02%), LASA kemasan mirip (0%), LASA ucapan mirip (22,22% dan 18,75%), LASA nama obat sama kekuatan berbeda (86,11% dan 47,61%), serta elektrolit konsentrasi tinggi (83,33% di Rawat Inap). Sementara itu, sistem penyimpanan berdasarkan urutan alfabetis pada kategori obat berisiko tinggi di Depo Farmasi Rawat Inap menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,16%. Adapun penyimpanan dengan metode FEFO, serta suhu penyimpanan di kedua depo farmasi menunjukkan hasil maksimal sebesar 100%. Akan tetapi, tingkat kesesuaian sistem penyimpanan dengan sistem Tall Man Lattering sebesar 0%.
Kata kunci : High-alert, Standar Prosedur Operasional Penyimpanan Obat High Alert
Daftar Bacaan : 30 (2004-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:49 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:49 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8943 |
