GAMBARAN PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN TIFOID DI PUSKESMAS PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024

MAULINA, RESA GIFIA (2025) GAMBARAN PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN TIFOID DI PUSKESMAS PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (129kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR.pdf] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (577kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of BAB I RESA.pdf] Text
BAB I RESA.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of BAB II RESA.pdf] Text
BAB II RESA.pdf

Download (445kB)
[thumbnail of BAB III RESA.pdf] Text
BAB III RESA.pdf

Download (351kB)
[thumbnail of BAB IV RESA.pdf] Text
BAB IV RESA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (280kB)
[thumbnail of BAB V RESA.pdf] Text
BAB V RESA.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (262kB)

Abstract

ABSTRAK

Tifoid merupakan penyakit infeksi endemik di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan ditularkan melalui makanan atau minuman terkontaminasi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama di daerah dengan sanitasi buruk dan kepadatan penduduk tinggi. Insiden tifoid di Indonesia diperkirakan 900.000 kasus per tahun, dengan prevalensi tertinggi pada anak usia 5-14 tahun. Pengobatan tifoid memerlukan antibiotik, namun penggunaan yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung mencatat tifoid sebagai salah satu dari 10 penyakit terbanyak, sehingga perlu evaluasi pola peresepan antibiotik untuk memastikan terapi yang efektif dan aman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan antibiotik pada pasien tifoid di Puskesmas Panjang tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data berdasarkan rekam medis dan salinan resep dari 100 pasien yang terdiagnosis tifoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berada pada rentang usia 6-11 tahun 20% dengan jenis kelamin perempuan 63%. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah cefixime sebanyak 34%, diikuti oleh cotrimoxazole sebesar 30% dan ciprofloxacin sebanyak 27%. Jumlah item obat peresepan kurang dari 5 item obat sebesar (65%) dan lebih dari sama dengan 5 sebesar (35%) dengan rata-rata 4,27 item obat dalam satu kali peresepan. Lama pemberian antibiotik terbanyak adalah selama 5 hari (55%).

Kata kunci : Tifoid, Antibiotik, Puskesmas

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 11 Feb 2026 06:27
Last Modified: 11 Feb 2026 06:27
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8925

Actions (login required)

View Item
View Item