ASTUTI, FAJAR WIDIA (2025) GAMBARAN PELABELAN OBAT TRADISIONAL YANG BEREDAR PADA TOKO OBAT X DI BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (188kB)
ABSTRAK FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (300kB)
KATA PENGANTAR FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (473kB)
DAFTAR ISI FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (246kB)
BAB I FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (279kB)
BAB II FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (413kB)
BAB III FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (310kB)
BAB IV FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (390kB)
BAB V FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (265kB)
DAFTAR PUSTAKA FAJAR WIDIA ASTUTI.pdf
Download (289kB)
Abstract
ABSTRAK
Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Obat tradisional di kelompokkan menjadi tiga berdasarkan tingkat pembuktian ilmiah, yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelabelan obat tradisional yang beredar pada toko obat X di Bandar Lampung berdasarkan ketentuan BPOM No. 25 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik Purposive Sampling dan Simple Random Sampling, serta melibatkan 100 sampel obat tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar label mencantumkan informasi dasar seperti nama produk 100%, bentuk sediaan 100%, komposisi 100%, dan nomor izin edar 100%. Namun, banyak produk belum memenuhi aspek pelabelan lainnya, seperti informasi khusus 1%, efek samping 4%, dan peringatan-perhatian 67%. Selain itu, dari aspek kesesuaian pelabelan, diketahui bahwa kesesuaian komposisi mencapai 100%, nomor izin edar 100%, peringatan-perhatian 12%, dan kesesuaian klaim khasiat hanya 38%, yang menunjukkan bahwa masih banyak produk yang belum mencantumkan khasiat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya potensi risiko terhadap keamanan konsumen dan perlunya peningkatan pengawasan serta edukasi kepada pelaku usaha. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha dan BPOM dalam meningkatkan mutu dan kepatuhan terhadap pelabelan produk obat tradisional.
Kata kunci : Obat Tradisional, Pelabelan, BPOM, Bandar Lampung, Toko
Obat
Daftar Bacaan : 24 (1990 – 2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:24 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:24 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8880 |
