NINGRUM, HARUM PUSPITA (2025) GAMBARAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ADVENT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (40kB)
ABSTRAK.pdf
Download (217kB)
KATA PENGANTAR_compressed (1).pdf
Download (427kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (105kB)
BAB I.pdf
Download (226kB)
BAB II.pdf
Download (381kB)
BAB III.pdf
Download (376kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (377kB)
BAB V.pdf
Download (214kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (230kB)
LAMPIRAN_compressed - 2026-02-10T082214.279.pdf
Download (920kB)
Abstract
ABSTRAK
Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes melitus yang umumnya didominasi di seluruh dunia. Sebuah studi melaporkan bahwa 10,5% orang dewasa (20-79 tahun) mengidap diabetes, dan hampir setengahnya tidak mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Peresepan pada pasien diabetes melitus sering kali ditemukannya kasus Drug Related Problems (DRP, yaitu interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi obat potensial pada peresepan pasien diabetes melitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Advent Kota Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 100 rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan tahun 2024, menggunakan alat ukur lembar pengambilan data. Hasil penelitian dari total 100 sampel rekam medis, diabetes melitus tipe 2 paling banyak diderita oleh perempuan (57%), dan usia 46–65 tahun (72%). Jumlah item obat terbanyak adalah < 7 obat per resep (87%), jenis obat diabetes melitus yang paling banyak diresepkan adalah metformin (30,9%), golongan obat diabetes melitus terbanyak adalah sulfonilurea (34,6%), dan resep dengan adanya obat penyerta sebesar 92%. Resep yang terjadi interaksi obat sebesar 76%, dengan interaksi obat paling banyak berdasarkan tingkat keparahan adalah tingkat keparahan moderate (63,2%), kemudian tingkat keparahan minor (30,3%), dan paling sedikit tingkat keparahan mayor (6,5%). Interaksi obat paling banyak berdasarkan mekanisme adalah mekanisme farmakokinetik (50,6%), kemudian mekanisme farmakodinamik (30,3%), dan paling sedikit mekanisme tidak ditentukan dan/atau tidak diketahui (19,2%).
Kata Kunci : Interaksi obat potensial, peresepan, diabetes melitus tipe 2, rumah
sakit
Daftar Bacaan : 60 (2005-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:23 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:23 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8877 |
