SUARTANA, KOMANG SUMI (2025) GAMBARAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PENCARI INFORMASI OBAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (219kB)
ABSTRAK.pdf
Download (302kB)
KATA PENGANTAR_compressed - 2026-02-09T105728.709.pdf
Download (527kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (208kB)
BAB I.pdf
Download (279kB)
BAB II.pdf
Download (467kB)
BAB III.pdf
Download (353kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (268kB)
BAB V.pdf
Download (205kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (296kB)
LAMPIRAN_compressed - 2026-02-09T110202.704_compressed.pdf
Download (655kB)
Abstract
ABSTRAK
Perkembangan teknologi internet telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, termasuk dalam bidang kesehatan. Indonesia memiliki pengguna internet mencapai 221,5 juta jiwa pada tahun 2024, dengan Provinsi Lampung menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan internet, termasuk untuk pencarian informasi obat. Namun, informasi kesehatan di media sosial seringkali tidak terjamin keakuratannya, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tidak disaring dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan media sosial sebagai sumber informasi obat di Kota Bandar Lampung, serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam mencari informasi kesehatan secara digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan media sosial sebagai sumber informasi obat di Kota Bandar Lampung, serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam mencari informasi kesehatan secara digital. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 105 responden di Kota Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk melihat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna media sosial untuk mencari informasi obat adalah perempuan (58,1%) berusia 26–45 tahun (45,7%), dengan tingkat pendidikan SMA (64,8%). Google menjadi platform paling banyak digunakan (32%), diikuti oleh YouTube (15%) dan situs kesehatan (24%). Gejala yang paling sering dicari adalah demam (30%), dan obat sintetis lebih banyak dicari (58%) dibandingkan obat tradisional. Sebagian besar responden mempercayai informasi obat dari media sosial (58,1%), dengan alasan utama kepraktisan (56%).
Kata kunci : Media sosial, Informasi obat, Kesehatan digital.
Daftar Bacaan : 30 (2007-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:19 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:19 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8857 |
