GARDHIYA, CARLA (2025) GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF, FARMASETIKA DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (186kB)
ABSTRAK.pdf
Download (280kB)
KATA PENGANTAR_compressed - 2026-02-09T082247.981.pdf
Download (399kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (249kB)
BAB 1.pdf
Download (288kB)
BAB 2.pdf
Download (448kB)
BAB 3.pdf
Download (404kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
BAB 5.pdf
Download (198kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (240kB)
LAMPIRAN_compressed - 2026-02-09T082522.694.pdf
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, atau dokter gigi kepada apoteker, baik dalam bentuk kertas untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Di Indonesia, kesalahan pemberian obat menempati urutan pertama (35%) dari total insiden keselamatan pasien. Pada Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat angka kejadian medication error yang signifikan pada fase praescribing mencapai 63,6%. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi tulisan yang sulit dibaca, tidak tercantumnya berat badan pasien, serta tidak ada paraf dokter.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelengkapan resep berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode retrospektif mengambil data sekunder lembar resep yang telah dilayani selama Tahun 2024 menggunakan rumus Slovin. Teknik Systematic Random Sampling sebanyak 100 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menghitung persentase kelengkapan resep secara administratif tertinggi meliputi nama pasien, paraf dokter, alamat dokter, dan poli asal resep 100%. Nama dokter dan tanggal resep 99%, umur pasien 88%, jenis kelamin pasien 23%, nomor izin dokter 75%, berat badan pasien 4%, terendah tinggi badan pasien 0%. Farmasetika tertinggi meliputi nama obat dan jumlah obat 100%, bentuk obat 99,6%, aturan pakai dan cara penggunaan obat 98,7%, kekuatan sediaan obat 96,2%, dan dosis obat 93,7%. Klinis tertinggi meliputi ketepatan dosis obat mencapai 96,2%, dan interaksi obat 80%. Persentase rata-rata kelengkapan resep secara adminstratif didapatkan rata rata lebih rendah dibandingkan aspek lainnya yaitu farmasetika dan klinis dikarenakan pada format resep di Instalasi Farmasi Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung masih banyak kategori administratif yang belum dicantumkan dan masih belum memenuhi persyaratan seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia No. 72 tahun 2016.
Kata Kunci : Kelengkapan resep, Adminstratif, Farmasetika, Klinis
Daftar Bacaan : 38 (2006-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:15 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:15 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8842 |
