PUSPITA, DILA (2025) HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN GLIKOSILAT (HbA1c) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN KANDIDIASIS ORAL DI PUSKEMAS RAWAT INAP SUKABUMI BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
LEMBAR SAMPUL_compressed (82).pdf
Download (75kB)
ABSTRAK_compressed (79).pdf
Download (111kB)
KATA PENGANTAR_compressed - 2026-02-03T133032.733.pdf
Download (463kB)
DAFTAR ISI_compressed (97).pdf
Download (461kB)
BAB I_compressed (13).pdf
Download (129kB)
BAB II_compressed (17).pdf
Download (277kB)
BAB III_compressed (14).pdf
Download (163kB)
BAB IV_compressed (19).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
BAB V_compressed (12).pdf
Download (80kB)
DAFTAR PUSTAKA_compressed (71).pdf
Download (142kB)
Abstract
ABSTRAK
Kandidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh khamir kelompok Candida. Sebagian besar jenis Candida merupakan flora normal tubuh manusia, namun data menunjukkan Candida bertanggung jawab atas 70% infeksi pada manusia di seluruh dunia. Candida albicans dapat menjadi penyebab infeksi jika terdapat faktor predisposisi salah satunya Diabetes Mellitus. Penderita Diabetes Mellitus mengalami peningkatan kadar glukosa darah dan saliva, penurunan sekresi dan pH saliva serta keadaan imunodefisiensi. Glukosa yang berlebih dalam saliva dapat menumpuk dan menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan Candida albicans. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara kadar HbA1c pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan kejadian kandidiasis oral di Puskesmas Rawat Inap Sukabumi Bandar Lampung. Jenis penelitian ini observasional analitik, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung pada bulan Mei 2025. Sampel penelitian ini adalah 34 pasien prolanis Diabetes Mellitus yang melakukan pemeriksaan HbA1c pada bulan Februari 2025. Penelitian dilakukan dengan menggunakan media SDA, pengecatan gram, dan uji spesifik Germ-tube. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh 22 dari 34 sampel (64,7%) terdeteksi positif kandidiasis oral. Rerata kadar hemoglobin glikosilat (HbA1c) yaitu 7,2% (kategori tidak terkontrol). Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara kadar HbA1c dengan kejadian kandidiasis oral p-value = 0.024. dengan nilai Prevalence Odds Ratio (POR) sebesar 8.750 yang berarti penderita Diabetes Mellitus dengan kadar HbA1c yang tidak terkontrol (>7%) memiliki peluang 8,75 kali lebih tinggi untuk mengalami kandidiasis oral dibandingkan dengan kadar HbA1c yang terkontrol (≤7%).
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, HbA1c, Candida albicans,Saliva
Daftar Pustaka : 48 (2002-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 07:01 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 07:01 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8719 |
