PERBEDAAN KADAR KREATININ DAN UREUM PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA

AZIZ, AQIL GHALY (2025) PERBEDAAN KADAR KREATININ DAN UREUM PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of 1 HALAMAN SAMPUL.pdf] Text
1 HALAMAN SAMPUL.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of 2 ABSTRAK.pdf] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of 3 KATA PENGANTAR.pdf] Text
3 KATA PENGANTAR.pdf

Download (876kB)
[thumbnail of 4 DAFTAR ISI.pdf] Text
4 DAFTAR ISI.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (368kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (340kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (289kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (164kB)

Abstract

ABSTRAK
Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi kerusakan fungsi ginjal progresif yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolisme toksik seperti ureum dan kreatinin. Hemodialisa menjadi terapi pengganti ginjal untuk membersihkan darah dari zat-zat tersebut. Efektivitas hemodialisa dapat diukur melalui penurunan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung, pada Mei-Juni 2025. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien GGK stadium 5 yang memenuhi kriteria inklusi yang menjalani hemodialisa rawat jalan. Pengumpulan data dilakukan secara primer melalui pemeriksaan kadar kreatinin (metode Jaffe Reaction) dan ureum (metode Berthelot) dari sampel darah vena sebelum dan sesudah sesi hemodialisa. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi data, Analisis bivariat menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk yang dilanjutkan dengan uji t-berpasangan untuk membandingkan kadar sebelum dan sesudah terapi. Dari 30 responden, rata-rata usia penderita GGK adalah 52 tahun. Hasil analisis rata-rata kadar kreatinin sebelum hemodialisa 9,25 mg/dL dan menurun menjadi 3,13 mg/dL sesudah hemodialisa. Rata-rata kadar ureum sebelum hemodialisa 100,95 mg/dL dan menurun tajam menjadi 33,41 mg/dL sesudah hemodialisa. Hasil uji t-berpasangan untuk kreatinin dan ureum menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang mengkonfirmasi adanya perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah perlakuan hemodialisa.

Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Kreatinin,Ureum. Daftar Bacaan : 16 (2004-2023)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:39
Last Modified: 06 Feb 2026 03:39
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8673

Actions (login required)

View Item
View Item