EFEKTIVITAS MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI XYLOL PADA SEDIAAN PERMANEN Pediculus humanus capitis

NINGRUM, SABRINA WIDYA (2025) EFEKTIVITAS MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI XYLOL PADA SEDIAAN PERMANEN Pediculus humanus capitis. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (430kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR V_compressed.pdf] Text
KATA PENGANTAR V_compressed.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (643kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (445kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (576kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (496kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (602kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (377kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (404kB)

Abstract

ABSTRAK
Clearing merupakan salah satu tahapan pembuatan sediaan yang bertujuan untuk menjernihkan jaringan kutu agar morfologi dari kutu terlihat jelas saat diamati di mikroskop. Clearing umumnya menggunakan xylol yang berbentuk cairan tidak berwarna dan memiliki bau seperti benzene. Xylol memiliki beberapa sifat negatif yaitu, mudah terbakar, mudah menguap, bersifat racun dan harga yang relatif mahal. Paparan uap xylol dapat mengganggu sistem saraf pusat dan menimbulkan gejala seperti pusing, mual, dan sakit kepala. Minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) memiliki sifat non-polar sehingga mampu menyerap alkohol dari jaringan melalui proses dealkoholisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas VCO sebagai bahan alternatif pengganti xylol dalam proses clearing sediaan permanen P.h capitis. Jenis penelitian ini adalah analitik eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. Sampel berupa 27 ekor kutu kepala dengan tiga kelompok perlakuan, yaitu clearing menggunakan xylol, VCO dengan pemanasan 50°C, dan VCO tanpa pemanasan selama 30 menit. Penilaian kualitas sediaan dilakukan berdasarkan kejernihan, kualitas warna, dan keutuhan morfologi menggunakan mikroskop. Clearing menggunakan xylol diperoleh hasil skoring 7 sediaan baik, dan 1 sediaan buruk. Clearing menggunakan VCO dengan pemanasan 50°C diperoleh hasil skoring 8 sediaan baik, dan 1 sediaan buruk sedangkan VCO tanpa pemanasan didapatkan 7 sediaan baik, dan 2 sediaan buruk. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan VCO dengan pemanasan 50°C menghasilkan sensitivitas 100%, sedangkan tanpa pemanasan menunjukkan sensitivitas 85,71%. Keduanya memiliki spesifisitas 50%. VCO terutama dengan pemanasan efektif sebagai alternatif bahan clearing pengganti xylol pada pembuatan sediaan permanen P.h capitis dengan keunggulan dari sisi keamanan dan ramah lingkungan.

Kata kunci : Clearing, Xylol, VCO, Kualitas Sediaan Permanen, Pediculus humanus capitis
Daftar bacaan : 35 (2015-2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:38
Last Modified: 06 Feb 2026 03:38
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8671

Actions (login required)

View Item
View Item