EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa l) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI ZAT WARNA EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING Ascaris lumbricoides

SAPUTRI, KURNIA YOANDA (2025) EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa l) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI ZAT WARNA EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING Ascaris lumbricoides. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of 1 HALAMAN SAMPUL.pdf] Text
1 HALAMAN SAMPUL.pdf

Download (37kB)
[thumbnail of 2 ABSTRAK.pdf] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of 3 KATA PENGANTAR_compressed (16).pdf] Text
3 KATA PENGANTAR_compressed (16).pdf

Download (539kB)
[thumbnail of 4 DAFTAR ISI.pdf] Text
4 DAFTAR ISI.pdf

Download (15kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (142kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (606kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (202kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243kB)

Abstract

ABSTRAK

Eosin 2% merupakan zat warna yang umum digunakan dalam pemeriksaan mikroskopis telur cacing, terutama Ascaris lumbricoides. Namun, penggunaannya secara terus-menerus dapat menimbulkan efek toksik dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai pewarna alternatif pengganti eosin 2% berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis dan uji sensitivitas. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan empat kelompok perlakuan, yaitu ekstrak rosella konsentrasi 75%, 85%, dan 95%, serta eosin 2% sebagai kontrol. Masing-masing kelompok diuji sebanyak enam kali pengulangan. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keempat kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi p = 0,099 (p > 0,05), yang berarti kualitas pewarnaan antar kelompok relatif setara. Sedangkan pada uji sensitivitas, ekstrak rosella pada konsentrasi 75% hanya mencapai 66,7%, yang tergolong dalam kategori kurang (range <70%). Namun, pada konsentrasi 85% dan 95%, diperoleh sensitivitas sebesar 100%, masuk dalam kategori sangat baik (range ≥90%). Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak rosella yang lebih tinggi mampu memberikan hasil yang sebanding dengan pewarna standar eosin 2%, Serta efektif digunakan sebagai pewarna alternatif yang ramah lingkungan dalam pemeriksaan mikroskopis telur cacing Ascaris lumbricoides.

Kata kunci : Ascaris lumbricoides, eosin 2%, ekstrak bunga rosella, pewarna alami, mikroskopis.
Daftar Pustaka: 58 (2018-2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 04 Feb 2026 08:26
Last Modified: 04 Feb 2026 08:26
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8600

Actions (login required)

View Item
View Item