PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS SEBELUM DAN SESUDAH PENGOBATAN FASE INTENSIF DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

SISCA, MADE AYU (2025) PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS SEBELUM DAN SESUDAH PENGOBATAN FASE INTENSIF DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of 01 LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
01 LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (312kB)
[thumbnail of 02 ABSTRAK.pdf] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (462kB)
[thumbnail of 03 KATA PENGANTAR_compressed (10).pdf] Text
03 KATA PENGANTAR_compressed (10).pdf

Download (706kB)
[thumbnail of 04 DAFTAR ISI.pdf] Text
04 DAFTAR ISI.pdf

Download (380kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (436kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (247kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (342kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (384kB)

Abstract

ABSTRAK

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Tengah. Pengobatan TB tahap awal dilakukan dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) kombinasi yang dapat menimbulkan efek samping seperti hepatotoksisitas, yang berpotensi memengaruhi kadar albumin sebagai indikator fungsi hati dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar albumin pada penderita tuberkulosis sebelum dan sesudah pengobatan fase intensif. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei tahun 2025. Sampel terdiri dari 34 penderita tuberkulosis kasus baru yang menjalani pengobatan fase intensif di empat puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pemeriksaan kadar albumin dilakukan menggunakan metode bromcresol green (BCG) dan dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pengobatan, rata-rata kadar albumin responden adalah 3,73 g/dL, sedangkan setelah pengobatan meningkat menjadi 4,05 g/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p value = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan kadar albumin sebelum dan sesudah pengobatan fase intensif. Temuan ini menunjukkan bahwa pengobatan fase intensif berkontribusi terhadap perbaikan kadar albumin, yang mengindikasikan peningkatan status gizi dan fungsi hati pasien.

Kata Kunci : Albumin, OAT, Pengobatan Fase Intensif, Tuberkulosis.
Daftar Bacaan : 33 (2010 – 2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 02 Feb 2026 08:18
Last Modified: 02 Feb 2026 08:18
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8570

Actions (login required)

View Item
View Item