FADILA, NURUL RIZKY (2025) HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DAN NILAI NLR PADA PASIEN TUBERCULOSIS SEBELUM DAN SETELAH PENGOBATAN OAT FASE INTENSIF DI BEBERAPA PUSKESMAS KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
1 HALAMAN SAMPUL.pdf
Download (71kB)
2 ABSTRAK.pdf
Download (74kB)
3 KATA PENGANTAR.pdf
Download (488kB)
4 DAFTAR ISI.pdf
Download (22kB)
BAB I.pdf
Download (90kB)
BAB II.pdf
Download (627kB)
BAB III.pdf
Download (255kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
BAB V.pdf
Download (18kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (88kB)
Abstract
ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu respons imun tubuh terhadap infeksi TB adalah perubahan jumlah leukosit dan rasio neutrofil-limfosit (NLR). Pengobatan OAT fase intensif bertujuan untuk menurunkan jumlah kuman dalam tubuh pasien dan meminimalkan pengaruh dari sebagian kecil kuman yang mungkin sudah resisten sebelum pasien memulai pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah leukosit dan nilai NLR pada pasien TB sebelum dan setelah pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) fase intensif di beberapa Puskesmas Kota Bandar Lampung tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross- sectional dengan melibatkan 32 pasien TB paru BTA positif yang telah menjalani pengobatan OAT fase intensif selama dua bulan. Data diperoleh melalui pemeriksaan hematologi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien TB adalah laki-laki 17 pasien (53,1%) dan berada pada usia produktif 20-59 tahun (59,4%). Rata-rata jumlah leukosit menurun dari 9.634 sel/µL sebelum pengobatan menjadi 7.971 sel/µL setelah pengobatan. Nilai NLR juga mengalami penurunan dari 4,91 menjadi 3,28. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit sebelum dan setelah pengobatan (p=0,001; r=0,546), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada nilai NLR (p=0,096; r=0,300). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengobatan OAT fase intensif berhubungan terhadap penurunan jumlah leukosit, namun tidak secara signifikan berhubungan terhadap perubahan nilai NLR pada pasien TB.
Kata Kunci : Jumlah Leukosit, Limfosit, Neutrofil, Nilai NLR, Tuberculosis Daftar Bacaan : 41 (2013-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 08:09 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 08:09 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8546 |
