ELFINA, NIA (2025) HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) DI RSD DR. A. DADI TJOKRODIPO PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1 HALAMAN SAMPUL.pdf
Download (50kB)
2 ABSTRAK.pdf
Download (251kB)
3 KATA PENGANTAR.pdf
Download (546kB)
4 DAFTAR ISI.pdf
Download (140kB)
BAB I.pdf
Download (151kB)
BAB II.pdf
Download (681kB)
BAB III.pdf
Download (150kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
BAB V.pdf
Download (128kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (264kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2023, prevalensi diabetes melitus (DM) di Indonesia yang didiagnosis oleh dokter sebesar 11,7% pada kelompok usia 18–59 tahun. Sementara itu, pada kelompok usia ≥60 tahun, tercatat sebesar 6,5% responden yang terdiagnosis DM. Di Provinsi Lampung, tiga wilayah dengan persentase kasus DM tertinggi adalah Kota Metro (3,3%), Kota Bandar Lampung (2,3%), dan Kabupaten Pringsewu (1,8%). Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme yang dapat menimbulkan komplikasi makrovaskular, salah satunya gangguan aliran darah perifer yang dapat diukur melalui nilai Ankle Brachial Index (ABI). Kadar glukosa darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan menurunkan nilai ABI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan nilai ABI pada pasien DM di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Provinsi Lampung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Provinsi Lampung pada bulan Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM dengan jumlah sampel sebanyak 23 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan uji korelasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah dan variabel dependen adalah nilai ABI. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan nilai ABI (p = 0,021) dengan arah hubungan negatif. Disarankan bagi pasien DM untuk rutin memeriksa kadar glukosa darah dan nilai ABI sebagai upaya pencegahan komplikasi makrovaskular seperti ulkus diabetikum.
Kata kunci: Diabetes Melitus, Kadar Glukosa Darah, Ankle Brachial Index.
Pustaka: 66 (2013-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Keperawatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
| Depositing User: | ruang baca Keperawatan |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 03:58 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:58 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8486 |
