KORELASI FERITIN DENGAN JENIS ANEMIA BERDASARKAN INDEKS ERITROSIT PADA LANSIA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH TAHUN 2025

SIMAMORA, CHENI HELEN (2025) KORELASI FERITIN DENGAN JENIS ANEMIA BERDASARKAN INDEKS ERITROSIT PADA LANSIA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of 1 HALAMAN SAMPUL.pdf] Text
1 HALAMAN SAMPUL.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of 2 ABSTRAK.pdf] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of 3 KATA PENGANTAR.pdf] Text
3 KATA PENGANTAR.pdf

Download (650kB)
[thumbnail of 4 DAFTAR ISI.pdf] Text
4 DAFTAR ISI.pdf

Download (246kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (313kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (512kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (388kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (379kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (298kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (256kB)

Abstract

ABSTRAK

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia, terutama akibat defisiensi zat besi. Feritin mencerminkan cadangan zat besi dalam tubuh, sedangkan indeks eritrosit seperti MCV, MCH, dan MCHC digunakan untuk menentukan jenis anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar feritin dengan jenis anemia berdasarkan indeks eritrosit pada lansia di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 31 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar feritin dilakukan menggunakan metode ELISA dan darah rutin dianalisis dengan hematology analyzer. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki kadar feritin normal. Jenis anemia yang paling banyak ditemukan adalah anemia normokromik normositik. Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar feritin dengan jenis anemia berdasarkan indeks eritrosit (p > 0,05). Hasil uji Spearman pada parameter MCH menunjukkan p-value = 1,000, sementara uji Pearson pada parameter MCV menghasilkan p-value = 0,696, keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Kesimpulannya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar feritin dengan jenis anemia berdasarkan indeks eritrosit pada lansia di lokasi penelitian.

Kata kunci : Feritin, anemia, indeks eritrosit, lansia, posyandu Daftar Bacaan :58 (2004-2025)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 02 Feb 2026 03:37
Last Modified: 02 Feb 2026 03:37
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8445

Actions (login required)

View Item
View Item