DEWI, REGITA AYUNI (2025) PERBANDINGAN KUALITAS SEDIAAN JARINGAN HATI MENCIT (Mus muscullus) MENGGUNAKAN LARUTAN FIKSASI NEUTRAL BUFFER FORMALIN 10% DENGAN MADU PADA PEWARNAAN HEMATOKSILIN-EOSIN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.
1 HALAMAN SAMPUL.pdf
Download (140kB)
2 ABSTRAK.pdf
Download (161kB)
3 KATA PENGANTAR.pdf
Download (393kB)
4 DAFTAR ISI.pdf
Download (165kB)
BAB I.pdf
Download (176kB)
BAB II.pdf
Download (463kB)
BAB III.pdf
Download (296kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (591kB)
BAB V.pdf
Download (161kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (166kB)
Abstract
ABSTRAK
Formalin, khususnya Neutral Buffer Formalin (NBF) 10%, merupakan larutan fiksatif yang paling sering digunakan dalam histoteknologi untuk mengawetkan jaringan. Namun, paparan formalin diketahui menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif fiksatif yang lebih aman, ramah lingkungan, dan tetap mampu mempertahankan kualitas jaringan untuk pemeriksaan histopatologi. Salah satunya madu yang terdiri dari glukosa, fruktosa, asam glukonat, mineral, vitamin, dan enzim seperti glukosa oksidase yang menghasilkan hidrogen peroksida. Senyawa-senyawa tersebut diyakini mampu berperan dalam proses fiksasi jaringan, mirip dengan kerja formalin. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain cross sectional yang dilakukan di Laboratorium Balai Veteriner Bandar Lampung pada Juni–Juli 2025. Sampel berupa jaringan hati mencit jantan (Mus musculus) yang difiksasi menggunakan NBF 10% sebagai kontrol serta madu dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% sebagai perlakuan. Preparat jaringan diproses melalui metode histoteknik standar dan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin. Penilaian kualitas pewarnaan meliputi kejelasan inti sel, sitoplasma, intensitas, dan kontras pewarnaan dengan metode observasi skoring. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal Wallis Test dengan taraf signifikansi 0,02. Hasil pewarnaan dinilai dengan pemberian skor 4-6 (tidak baik) dan 7-8 (baik) sampel yang digunakan sebnyak 24 sampel. Hasil pewarnaan dengan menggunakan NBF 10% sebagai kontrol dengan nilai rerata 8. Hasil penilaian menggunakan Madu 10% dengan rerata 7,1 dari skor maksimum 8. Madu konsentrasi 15% dengan rerata skor 7,8 dan madu konsentrasi 20% dengan rerata skor 8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah madu, khususnya pada konsentrasi 15% dan 20%, berpotensi besar digunakan sebagai alternatif larutan fiksatif pengganti formalin dalam pembuatan sediaan histologi hati mencit.
Kata Kunci : Neutral Buffer Formalin, madu, fiksasi jaringan, , Hematoksilin-Eosin
Daftar Bacaan : 36 (2008-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | ruang baca Bidan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:01 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:01 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8377 |
