EKSTRAK BUAH NAGA (Selenicereus monacanthus)(Lem) D.R.Hunt SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI GIEMSA PADA SEDIAAN APUSAN DARAH TIPIS MALARIA

MAHARANI, DINDA PUTRI (2025) EKSTRAK BUAH NAGA (Selenicereus monacanthus)(Lem) D.R.Hunt SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI GIEMSA PADA SEDIAAN APUSAN DARAH TIPIS MALARIA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG.

[thumbnail of 1 HALAMAN SAMPUL.pdf] Text
1 HALAMAN SAMPUL.pdf

Download (60kB)
[thumbnail of 2 ABSTRAK.pdf] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (44kB)
[thumbnail of 3 KATA PENGANTAR.pdf] Text
3 KATA PENGANTAR.pdf

Download (654kB)
[thumbnail of 4 DAFTAR ISI.pdf] Text
4 DAFTAR ISI.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (123kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (427kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (180kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (200kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (43kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (610kB)

Abstract

ABSTRAK
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Plasmodium. Pewarnaan sediaan apusan darah dengan giemsa merupakan teknik pewarnaan secara mikroskopis yang bertujuan untuk mengidentifikasi parasit Plasmodium, sitoplasma dan eritrosit. Penggunaan Giemsa secara berkelanjutan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, serta limbah kimianya yang sulit terurai berpotensi mencemari air dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak buah naga sebagai pewarna alternatif pengganti giemsa serta mengetahui konsentrasi yang paling efektif untuk pewarnaan SAD Malaria. Jenis penelitian ini eksperimen dengan cara mengamati kejelasan bentuk, warna parasit Plasmodium, sel eritrosit, latar belakang sediaan dan juga membandingkan dengan Giemsa 3% sebagai kontrol. Penelitian ini terdiri dari sampel positif malaria (Plasmodium vivax) yang didapat dari Puskesmas Hanura, 6 perlakuan dan 4 pengulangan yaitu P1 (Giemsa 3%), ekstrak buah naga P2 (5%), P3 (10%), P4 (15%), P5 (20%) dan P6 (25%). Kualitas sediaan dinilai berdasarkan kejelasan warna dan hasil skoring. Hasil penelitian menunjukkan kualitas ekstrak buah naga lebih rendah dibandingkan dengan giemsa, dengan rata rata skor ekstrak buah naga konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% yaitu 4 ; 4,5 ; 5 ; 5,75 ; 5,5 (Kurang baik), dibandingkan skor giemsa 7,25 (Baik). Hasil analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikan ,012 (p<0,05) yang menyatakan bahwa ada perbedaan antara pewarnaan Giemsa dan ekstrak buah naga.

Kata Kunci : Malaria, giemsa, buah naga dan sediaan apusan darah
Daftar Bacaan : 46 (1981-2025)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Analis Kesehatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: ruang baca Bidan
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:24
Last Modified: 15 Jan 2026 07:24
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8261

Actions (login required)

View Item
View Item