CRISDIAN, CRISDIAN (2025) ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN NYAMAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BPH DI RUANG KELAS 1 RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1 HALAMAN SAMPUL.pdf
Download (173kB)
2 ABSTRAK.pdf
Download (184kB)
3 KATA PENGANTAR.pdf
Download (342kB)
4 DAFTAR ISI.pdf
Download (221kB)
BAB I.pdf
Download (258kB)
BAB II.pdf
Download (389kB)
BAB III.pdf
Download (254kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (240kB)
BAB V.pdf
Download (194kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (217kB)
LAMPIRAN_compressed (73).pdf
Download (421kB)
Abstract
ABSTRAK
Beningna Prostat Hiperlasia (BPH) adalah Pembesaran prostat ini sering menekan kandung kemih dan uretra, menimbulkan gangguan berkemih seperti sering buang air kecil, urgensi, inkontinensia, dan nocturia. Risiko BPH meningkat seiring usia: 20% pada pria usia 40 tahun, 50% di usia 60, dan hingga 90% pada usia di atas 80 tahun. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran pelaksanaan Asuhan Keperawatan Gangguan Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman Nyeri pada Pasien Retensi Urin Dengan Post Operasi Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) di RS Bhayangkara Ruwa Jurai Provinsi Lampung Tahun 2025. Metode asuhan keperawatan dilakukan menggunakan studi kasus mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Intervensi yang diberikan sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dengan lama pemberian intervensi selama 3 hari perawatan. Jumlah sampel yang diberikan intervensi berjumlah 1 pasien. Waktu pelaksanaan asuhan keperawatan ini dimulai pada tanggal 07 Januari 2025 sampai dengan 09 Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan pasien mengeluh nyeri karena post op BPH. Nyeri saat buang air kecil, nyeri hilang timbul seperti tertusuk tusuk, skala nyeri 5. Intervensi terkait masalah nyeri terapi yang diberikan meliputi teknik nonfarmakologis seperti relaksasi nafas dalam dan distraksi melalui musik dangdut, pengaturan lingkungan agar kondusif untuk mengurangi rangsangan nyeri, serta fasilitasi istirahat dan tidur yang cukup. Hasil evaluasi menunjukkan hari ketiga, nyeri semakin berkurang menjadi skor 2 dan intervensi dilnajutkan secara mandiri. Penulis menyarankan ini menjadi informasi yang bermanfaat bagi klien dan keluarga dengan keluhan serupa, sehingga dapat segera mengambil tindakan dan mengakses fasilitas kesehatan untuk penanganan yang lebih cepat.
Kata Kunci: Kebutuhan aman nyaman, Nyeri, Asuhan kepererawatan
Daftar Bacaan: 24(2015-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Keperawatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 08:17 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 08:17 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8232 |
