HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP HANURA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2025

AZZAHRA, SYAHBRINA MIFTHA (2025) HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP HANURA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (528kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR_compressed (26).pdf] Text
KATA PENGANTAR_compressed (26).pdf

Download (294kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (426kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (371kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (422kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (568kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (234kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (352kB)
[thumbnail of LAMPIRAN_compressed (66).pdf] Text
LAMPIRAN_compressed (66).pdf

Download (513kB)

Abstract

RINGKASAN
Penyakit Tuberkulosis Paru (Tb Paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Hanura Kabupaten Pesawaran. Berdasarkan data yang diperoleh, kasus Tb Paru BTA (+) di wilayah ini mengalami fluktuasi selama beberapa tahun terakhir, yang mengindikasikan perlunya perhatian terhadap faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi penyebarannya. Salah satu faktor penting yang diduga berpengaruh adalah kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik rumah dengan prevalensi kasus Tb Paru BTA (+) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol (case control). Sampel penelitian terdiri dari 38 kasus dan 94 kontrol yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan kuesioner serta alat ukur seperti luxmeter, hygrometer, dan rollmeter.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor ventilasi, kelembaban, kepadatan hunian, pencahayaan alami, jenis dinding, dan jenis lantai rumah dengan kejadian Tb Paru BTA (+). Lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan terbukti meningkatkan risiko penularan penyakit ini. Oleh karena itu, peningkatan kualitas lingkungan fisik rumah menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tb Paru di masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menyusun strategi pengendalian berbasis lingkungan.

Kata kunci : Tb Paru, lingkungan fisik rumah, ventilasi,
kelembaban, kepadatan hunian.
Daftar bacaan : 23 (2014-2023)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id
Date Deposited: 08 Jan 2026 03:07
Last Modified: 08 Jan 2026 03:07
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8211

Actions (login required)

View Item
View Item