NURVITA, NURVITA (2025) ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS YOSOMULYO KOTA METRO TAHUN 2025. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (89kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (94kB)
3. KATA PENGANTAR_compressed (11).pdf
Download (196kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (31kB)
5. BAB I.pdf
Download (196kB)
6. BAB II.pdf
Download (379kB)
7. BAB III.pdf
Download (222kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (303kB)
9. BAB V.pdf
Download (97kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (181kB)
12. LAMPIRAN_compressed.pdf
Download (406kB)
Abstract
ABSTRAK
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) Tahun 2022 prevalensi Stunting di Provinsi Lampung mencapai 15,2%. Di Kota Metro angka stunting pada tahun 2022 sebesar 10,4%. Berdasarkan data dari pemantauan gizi Dinas Kesehatan Kota Metro, dari 11 wilayah kerja Puskesmas se Kota Metro untuk kejadian balita stunting tertinggi adalah Puskesmas Yosomulyo sebesar 13,8% atau sebanyak 235 balita mengalami stunting di tahun 2020. Untuk jumlah kasus Stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Yosomulyo pada tahun 2022 mencapai 145 Kasus stunting dengan prevalensi 11%. Meskipun terjadi penurunan kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Yosomulyo dan prevalensi sudah dibawah standar Nasional yaitu 14%, akan tetapi stunting masih menjadi masalah yang harus ditangani lebih lanjut agar tidak ada kasus stunting ditahun yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Tahun 2025, Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain case control. Pengambilan data dilakukan dengan cara interview dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 106 orang, dengan jumlah kasus 53 balita dan kontrol 53 balita. Penelitian dilaksanakan selama ± 2 bulan yang akan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2025.
Hasil analisis bivariat hubungan sumber air bersih dengan kejadian stunting ( p=0,265; OR=2,233; CI=95% ), personal hygiene ibu dengan kejadian stunting (p=0,000; OR=73,273; CI=95%) dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p=0,000; OR=10,636; CI=95%). Sumber air bersih tidak ada hubungan dengan kejadian stunting dan untuk personal hygiene ibu dan sanitasi lingkungan ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Tahun 2025. Maka sebaiknya masyarakat lebih berperan aktif dalam memperhatikan kebersihan linkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai suatu upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.
Kata Kunci : Stunting, Air bersih, Personal hygiene Ibu, Sanitasi Lingkungan Daftar Bacaan : 43 (2012-2023)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 08:49 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 08:49 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8188 |
