PEMETAAN KERENTANAN DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN AHP DAN METODE WEIGHTED OVERLAY: STUDI KASUS DARI KOTA BANDAR LAMPUNG, INDONESIA

WINALIA, WINALIA (2025) PEMETAAN KERENTANAN DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN AHP DAN METODE WEIGHTED OVERLAY: STUDI KASUS DARI KOTA BANDAR LAMPUNG, INDONESIA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.

[thumbnail of 1.LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
1.LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of 2.ABSTRAK.pdf] Text
2.ABSTRAK.pdf

Download (329kB)
[thumbnail of 3.KATA PENGANTAR_compressed.pdf] Text
3.KATA PENGANTAR_compressed.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of 4.DAFTAR ISI.pdf] Text
4.DAFTAR ISI.pdf

Download (216kB)
[thumbnail of 5.BAB I.pdf] Text
5.BAB I.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of 6.BAB II.pdf] Text
6.BAB II.pdf

Download (445kB)
[thumbnail of 7.BAB III.pdf] Text
7.BAB III.pdf

Download (361kB)
[thumbnail of 8.BAB IV.pdf] Text
8.BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (926kB)
[thumbnail of 9.BAB V.pdf] Text
9.BAB V.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of 10.DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
10.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (438kB)
[thumbnail of 11.LAMPIRAN_compressed.pdf] Text
11.LAMPIRAN_compressed.pdf

Download (820kB)

Abstract

ABSTRAK

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dengan memperhatikan dampak buruk di masa depan, sangat penting untuk menyusun peta risiko DBD yang dapat dijadikan panduan dalam merumuskan strategi pengendalian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daerah risiko DBD dengan menggabungkan teknik AHP dan weighted Overlay.
Penelitian ini menggunakan metode studi ekologi, dengan studi kasus di wilayah Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Keseluruhan data sekunder bersifat agregat dalam bentuk persentase, dan menggunakan kecamatan sebagai batas spasial. Variabel yang diteliti adalah kepadatan penduduk, sarana tempat penampungan air, house index, dan perilaku 3M. Analisis risiko kejadian DBD menggunakan teknik overlay. Sedangkan penentuan bobot yang melibatkan multi kriteria dilakukan dengan metode AHP. Hasil AHP mendapatkan nilai bobot pada setiap variabel, yaitu house index 30,0%, perilaku 3M sebesar 28,3%, sarana tempat penampungan air 23,2%, dan kepadatan penduduk 18,5%.
Berdasarkan teknik weighted overlay diperoleh sebelas dari dua puluh Kecamatan masuk dalam kategori risiko tinggi DBD yaitu Panjang, Telukbetung Timur, Bumiwaras, Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Enggal, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Timur, Kedaton, Langkapura, dan Tanjung Senang. Sedangkan sisanya masuk kategori sedang yaitu Telukbetung Barat, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Rajabasa, Sukarame, Way Halim, Kedamaian, dan Sukabumi, dan rendah yaitu Labuhan Ratu. Agar dapat mengurangi angka kejadian DBD, masyarakat perlu penguatan gerakan PSN dengan kampanye 3M plus secara konsisten, penularan penyakit DBD dapat diminimalisir. Selain itu, penting untuk melakukan proyeksi mengenai penyakit DBD di masa depan dengan memanfaatkan perangkat lunak Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan.

Kata Kunci : AHP, DBD, Overlay, Spasial
Daftar bacaan : 39 (2015 – 2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id
Date Deposited: 06 Jan 2026 07:51
Last Modified: 06 Jan 2026 07:51
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8182

Actions (login required)

View Item
View Item