SEPTIANA, NITA (2025) MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA INSTALASI LAUNDRY DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (PURI ADHYA PARAMITHA) BANDAR JAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (42kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (80kB)
3. KATA PENGANTAR_compressed (6).pdf
Download (222kB)
4. daftar isi.pdf
Download (382kB)
5. BAB I.pdf
Download (94kB)
6. BAB II.pdf
Download (339kB)
7. BAB III.pdf
Download (108kB)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (271kB)
9. BAB V.pdf
Download (14kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (80kB)
10. LAMPIRAN.pdf
Download (975kB)
Abstract
ABSTRAK
Instalasi laundry di rumah sakit merupakan unit penunjang non-medis yang berpeluang besar menimbulkan permasalahan pada aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Pekerja laundry berpotensi terpapar bahaya biologis dari linen terkontaminasi, bahan kimia dari deterjen, serta risiko ergonomi akibat beban kerja fisik yang berulang. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Adhya Paramitha sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dituntut untuk menerapkan sistem pengelolaan dampak negatif K3 guna menata area kerja agar menjadi tempat yang aman dan mendukung kualitas pelayanan. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti tidak adanya pemisahan ruang linen bersih dan kotor serta belum optimalnya sarana pelindung kerja.
Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan pendekatan bersifat deskriptif dengan pendekatan observasi dan pengisian kuesioner kepada lima orang petugas laundry. proses analisis ancaman mengikuti acuan standar AS/NZS 4360:2004., dengan mengukur tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat konsekuensi (consequence) dari setiap tahapan pekerjaan. Penilaian dilakukan terhadap proses pengumpulan, penyortiran, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, hingga distribusi linen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas, terutama penyortiran linen infeksius dan penyetrikaan, memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Pengendalian sudah dilakukan melalui penggunaan APD dan pelatihan petugas, namun masih terdapat kekurangan seperti tidak tersedianya setrika uap dan belum adanya pemeriksaan kesehatan berkala. Disimpulkan bahwa manajemen risiko K3 di instalasi laundry belum optimal. Diperlukan sistem pengelolaan K3 yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan agar keselamatan kerja terjamin dan mutu pelayanan rumah sakit meningkat.
Kata kunci : instalasi laundry, K3RS, manajemen risiko, rumah sakit
Daftar bacaan : (2013-2024)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 04:10 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 04:10 |
| URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/8144 |
