ROSALIANTI, ANITA (2023) GAMBARAN PENGGUNAAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGATASI DYSMENORRHEA DI DESA TAMAN SARI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2023. Diploma thesis, Poltekkes KemenkesTanjungkarang.
1. LEMBAR SAMPUL.pdf
Download (18kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (197kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (220kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (37kB)
5. BAB 1.pdf
Download (112kB)
6. BAB 2.pdf
Download (110kB)
7. BAB 3.pdf
Download (98kB)
8. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (78kB)
9. BAB 5.pdf
Download (34kB)
9. BAB 5.pdf
Download (34kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (196kB)
11. LAMPIRAN.pdf
Download (711kB)
Abstract
ABSTRAK
Dysmenorrhea adalah gejala nyeri di daerah perut yang terjadi pada saat masa menstruasi. Nyeri yang mengganggu dapat membuat penderita mencari cara untuk meredakan nyeri agar tidak mengganggu aktivitas. Dysmenorrhea dapat diatasi dengan pemberian terapi farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan tradisional adalah pengobatan dengan cara pengobatannya mengacu kepada pengalaman, ketrampilan turun temurun, dan pendidikan atau pelatihan, dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Terapi non farmakologis yang biasa dilakukan seperti mengompres dengan air hangat, ralaksasi, dan terapi musik. Sedangkan terapi secara farmakologis dengan menggunakan obat-obat analgesik, dan meminum obat tradisional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan tanaman obat tradisional untuk mengatasi dysmenorrhea di Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jenis penelitian ini menggunakan Teknik deskriptif dengan analisa univariat. Sampel yang dipilih menggunakan metode accidental sampling dengan sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa karakteristik responden yang menggunakan tanaman obat tradisional untuk mengatasi dysmenorrhea adalah pada usia 36-45 tahun (34%), dengan tingkat pendidikan tamat SMA/K (40%), dan sebanyak 55% merupakan Ibu Rumah Tangga. Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk mengatasi nyeri haid adalah kunyit (40%), untuk bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang (69%), dengan jumlah tanaman yang digunakan sebanyak 1 jari/buah (75%), jenis ramuan tanaman yang digunakan adalah kunyit asam (42%), cara pengolahan tanaman obat secara umum dilakukan dengan cara direbus (95%) dan penggunaannya dengan cara diminum (100%). Masyarakat menggunakan tanaman obat selama menstruasi (100%, dengan aturan pakai 2 x sehari (55%), dan sumber informasi tanaman yang didapat dari keluarga (74%).
Kata Kunci : Dysmenorrhea, tanaman obat tradisional, desa Taman Sari.
Daftar Bacaan : 53 (2003-2022).
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
Divisions: | Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Farmasi Program Studi D-III Farmasi |
Depositing User: | ruang baca farmasi |
Date Deposited: | 29 Jan 2024 01:55 |
Last Modified: | 29 Jan 2024 01:55 |
URI: | http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/4513 |