GAMBARAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA BADUTA DI DESA PUNJUL AGUNG KECAMATAN BUAY BAHUGA KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2022

SYAMSTA, NILA ROSYDIANA (2022) GAMBARAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA BADUTA DI DESA PUNJUL AGUNG KECAMATAN BUAY BAHUGA KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2022. Diploma thesis, Poltekkes Tanjungkarang.

[thumbnail of 1. Lembar Sampul.pdf] Text
1. Lembar Sampul.pdf

Download (76kB)
[thumbnail of 2. Abstrak.pdf] Text
2. Abstrak.pdf

Download (15kB)
[thumbnail of 3. Kata Pengantar.pdf] Text
3. Kata Pengantar.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 4. Daftar Isi.pdf] Text
4. Daftar Isi.pdf

Download (24kB)
[thumbnail of 5. BAB I.pdf] Text
5. BAB I.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of 6. BAB II.pdf] Text
6. BAB II.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of 7. BAB III.pdf] Text
7. BAB III.pdf

Download (21kB)
[thumbnail of 8. BAB IV.pdf] Text
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (224kB)
[thumbnail of 9. BAB V.pdf] Text
9. BAB V.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of 10. Daftar Pustaka.pdf] Text
10. Daftar Pustaka.pdf

Download (117kB)
[thumbnail of 11. Lampiran.pdf] Text
11. Lampiran.pdf

Download (848kB)

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan makanan bayi yang menyertai pemberian ASI, diberikan setelah bayi berusia 6 bulan karena ASI tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Salah satu permasalahan dalam pemberian makanan pada bayi adalah terhentinya pemberian ASI dan pemberian MP-ASI yang tidak cukup. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pola pemberian MP-ASI pada baduta di Desa Punjul Agung Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi 53 baduta yang berusia 6-24 bulan. Sampel penelitian ini berjumlah 53 baduta yang berusia 6-24 bulan. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian ini didapatkan dari 53 responden terdapat 24,5% baduta yang diberikan MP-ASI pertama kali terlalu cepat (<6 bulan), 5,7% baduta terlalu lambat (>6 bulan), dan 69,8% baduta sesuai usia (6 bulan), 77,4% baduta tidak sesuai dan 22,6% baduta sesuai menurut frekuensi pemberian MP-ASI, 77,3% baduta tidak sesuai dan 22,7% baduta sesuai menurut jumlah pemberian MP-ASI, 22,6% baduta tidak sesuai dan 77,4% baduta sesuai menurut tekstur pemberian MP-ASI, serta 54,7% baduta tidak sesuai dan 45,3% baduta sesuai menurut variasi pemberian MP-ASI.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat praktik pemberian MP-ASI yang belum sesuai prinsip di masyarakat baik dari usia pertama kali diberikan MP-ASI, frekuensi, jumlah, tekstur, dan variasi pemberian MP-ASI. Disarankan keluarga baduta dapat meningkatkan pengetahuan tentang Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dari berbagai sumber, baik dari tenaga kesehatan, media, dan alat komunikasi lainnya. Tenaga kesehatan dan kader posyandu secara rutin meningkatkan keterampilan ibu dalam pemberian MP-ASI melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan MP-ASI.

Kata kunci : MP-ASI, baduta
Daftar bacaan : 23 (1998-2021)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Gizi > Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Gizi Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id
Date Deposited: 22 Feb 2023 01:54
Last Modified: 22 Feb 2023 01:54
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/3282

Actions (login required)

View Item
View Item