ASUHAN KEPERAWATANGANGGUAN PENYAPIHAN VENTILATOR PADA PASIEN POST CRANIOTOMY DI RUANG ICU RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2023

HERMAWATI, RIA (2023) ASUHAN KEPERAWATANGANGGUAN PENYAPIHAN VENTILATOR PADA PASIEN POST CRANIOTOMY DI RUANG ICU RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.

[thumbnail of LEMBAR SAMPUL.pdf] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of KATA PENGANTAR.pdf] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (190kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (467kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (486kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (205kB)

Abstract

Ventilator-associated pneumonia (VAP) merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien post craniotomy yang menggunakan ventilator. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui caramencegah terjadinya VAP pada pasien post craniotomy dengan masalah keperawatan gangguan penyapihan ventilator. Karya ilmiah ini menggunakan desain asuhan keperawatandengan subjek asuhan adalah 2 pasien post craniotomy dengan masalah keperawatan gangguan penyapihan ventilator dan diberikan intervensi menggunakan prosedur bundle VAP, selanjutnya data dianalisis melalui proses keperawatan. Hasil yang diperoleh dari pemberian asuhan pada kedua subjek didapatkan pada subjek pertama dengan kondisi awal terpasang Tracheostomy Tube (TT) dan menggunakan ventilator selama 6 hari serta terdapat tanda adanya peningkatan suhu tubuh, leukositosis serta terdapat secret nonpurulen, pada akhir pemberian asuhan selama tiga hari didapatkan bahwa subjek mampu dilakukan penyapihan ventilator walaupun belum mampu lepas sepenuhnya serta tidak terjadi VAP. Sedangkan pada subjek kedua didapatkan kondisi awal subjek terpasang Endotracheal Tube (ETT) dan telah terpasang ventilator selama 3 hari dan pada akhir pemberian asuhan didapatkan bahwa subjek mampu lepas dari ventilator dan tidak terjadi VAP. Hasil yang didapatkan berbeda pada kedua subjek disebabkan oleh kondisi awal kedua subjek yang berbeda yang dipengaruhi oleh perbedaan luas perdarahan, tingkat kesadaran sebelum operasi serta usia kedua berbeda. Namun intervensi pemberian bundle VAP pada kedua subjek telah terbukti mampu mencegah VAP.

Kata kunci: craniotomy, ventilator bundle, Ventilator-associated pneumonia (VAP)
Referensi: 29 (2008-2022)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Keperawatan > Poltekkes Tanjungkarang Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Unnamed user with email repository@poltekkes-tjk.ac.id
Date Deposited: 01 Feb 2024 01:54
Last Modified: 01 Feb 2024 01:54
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/4811

Actions (login required)

View Item
View Item