GAMBARAN KONDISI SANITASI DASAR PADA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJIT KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2021

Redinatasya, Aema (2021) GAMBARAN KONDISI SANITASI DASAR PADA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJIT KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2021. Diploma thesis, Poltekkes Tanjungkarang.

[thumbnail of lembar sampul.pdf] Text
lembar sampul.pdf

Download (468kB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

Download (332kB)
[thumbnail of daftar isi.pdf] Text
daftar isi.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of bab I.pdf] Text
bab I.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of bab II.pdf] Text
bab II.pdf

Download (741kB)
[thumbnail of bab III.pdf] Text
bab III.pdf

Download (329kB)
[thumbnail of bab IV.pdf] Text
bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (600kB)
[thumbnail of bab V.pdf] Text
bab V.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of lampiran.pdf] Text
lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB)
yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Berdasarkan data Profil Kesehatan
Provinsi Lampung pada tahun 2017 angka kejadian diare sebesar 18,6% (Profil Kesehatan
Lampung,2017) terjadi peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 4,76% dari perkiraan diare di
sarana kesehatan. (Profil Kesehatan Lampung, 2018). Ada beberapa faktor yang
meningkatkan resiko mengalami diare seperti faktor lingkungan yang meliputi jamban,
pengolahan sampah, saluran limbah, maupun sumber air. Di Indonesia Penggunaan Fasilitas
Jamban masih belum merata, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013,
Pada Wilayah Kerja Puskesmas Banjit Kabupaten Way Kanan jumlah kasus diare pada
semua umur mengalami peningkatan menjadi berjumlah 334 kasus (Puskesmas Banjit,
2020). Dari survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti pada 10 penderita diare di
Wilayah Kerja Puskesmas Banjit Kabupaten Way Kanan menunjukkan bahwa masih terdapat
beberapa rumah yang belum memenuhi syarat rumah sehat seperti jamban, tempat sampah
rumah tangga, saluran pembuangan air limbah dan serta masih buruk kebiasaan cuci tangan
pakai sabun (CTPS). Berdasarkan data yang terkumpul, penulis berminat untuk melakukan
penelitian gambaran kondisi sanitasi dasar pada penderita diare di wilayah kerja Puskesmas
Banjit Kabupaten Way Kanan tahun 2021. Sampel penelitian ini adalah semua umur yang
berjumlah 42 jiwa di wilayah kerja Puskesmas Banjit Kabupaten Way Kanan tahun 2021.
Berdasarakan pengamatan kondisi sanitasi dasar dengan kejadian diare di wilayah
kerja Puskesmas Banjit Kabupaten Way Kanan Tahun 2021, maka dapat diperoleh jenis
sarana air bersih yang menggunakan sumur gali sebanyak 17 (40,5%) rumah, yang
menggunakan sumur bor sebanyka 8 (19%) rumah, dan yang menggunakan PDAM sebanyak
17 (40,5%). Kualitas fisik air bersih 42 (100%) rumah tidak berbau dan tidak berasa. Jarak
SAB dengan sumber pencemar yang <10 meter sebanyak 25 (59,5%) rumah. Kuantitas air
bersih sebanyak 42 (100%) rumah sudah mencukupi kebuthan setiap hari (15
liter/orang/hari). Jenis jamban yang tidak memenuhi syarat sebanyak 9 (21,4) rumah. Yang
tidak memiliki septik tank sebanyak 13 (31%) rumah. Sarana pembuangan air limbah yang
tidak dibuang melalui tangki septik dan tidak di resapkan kedalam tanah sebanyak 23
(54,8%) Sarana pembuangan sampah yang terbuka
Kata Kunci : Sanitasi Dasar, Diare

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Poltekkes Tanjungkarang Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Sanitasi Lingkungan
Depositing User: ruang baca sanitasi
Date Deposited: 09 Mar 2023 07:27
Last Modified: 09 Mar 2023 07:27
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/3780

Actions (login required)

View Item
View Item