%L repo1262 %A ALMA ANDAMI %I Poltekkes Tanjungkarang %X Mual dan muntah pada kehamilan umumnya disebut morning sickness, dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan biasanya bersifat ringan dan merupakan kondisi yang dapat dikontrol sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Meskipun kondisi ini biasanya berhenti pada trimester pertama namun gejalanya dapat menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, serta ketidak seimbangan elektrolit. Provinsi Lampung tahun 2015 dari 182.815 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebesar 60-50% (95.826 orang) yang berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% (25.500 orang), sedangkan di Kota Bandar Lampung yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 25% dari 22.791 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2015). Penulis tertarik untuk melakukan asuhan keperawatan gangguan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Berdasarkan kesimpulan pengkajian keperawatan melalui asuhan keperawatan didapatkan bahwa satu klien hiperemesis gravidarum mengalami tidak nafsu makan diagnosa keperawatan pada satu klien nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara formatif maupun sumatif. Diharapkan bagi perawat untuk terus meningkatkan pemberian asuhan keperawatan pada klien seoptimal mungkin seperti: setiap melakukan tindakan sesuai SOP, dan rutin memberikan pendidikan kesehatan kepada klien. Kata kunci :Gangguan PemenuhanKebutuhan Nutrisi, Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh, AsuhanKeperawatan Daftar pustaka:12(2009-2018) %T ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 %D 2020