Gambaran Pengelolaan Sampah Di Pasar Rakyat Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019

Astuti, Monica Anggelnia (2019) Gambaran Pengelolaan Sampah Di Pasar Rakyat Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Diploma thesis, poltekkes tanjungkarang.

[img] Text
LEMBAR SAMPUL.pdf

Download (22kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (972kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (203kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (206kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (380kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (238kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (335kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (114kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (127kB)

Abstract

Salah satu penyebab pencemaran lingkungan adalah sampah. Sampah saat ini menjadi persoalan pokok di kota – kota besar. Salah satu permasalahan sampah yang cukup rumit adalah permasalahan sampah pasar, sebab selain jumlahnya yang relatif banyak, sampah pasar juga mempunyai problematik tersendiri. Keadaan ini terjadi dipasar tradisional sebagai salah satu wadah perekonomian sebagian besar masyarakat perkotaan. Aktivitas yang ada baik itu jual beli antara pedagang dengan pengunjung atau pembeli secara tidak langsung menyebabkan adanya timbulan sampah pada pasar tersebut setiap harinya. Pasar Rakyat Pekalongan merupakan salah satu tempat yang dapat menyebabkan timbulan sampah, jenis karaketristik sampah yang dihasilkan oleh Pasar Rakyat Pekalongan adalah sampah organik dan sampah anorganik. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan menggambarkan tentang pengelolaan sampah di Pasar Rakyat Pekalongan mulai dari tahap pewadahan sampah sampai pengangkutan sampah. Dalam pengambilan data, dilakukan dengan cara observasi terhadap kondisi pasar dan wawancara dengan petugas kebersihan dan pedagang mengenai cara pengelolaan sampah. Dari hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa tahap pewadahan sampah di Pasar Rakyat Pekalongan sangat tidak baik, ini karena para pedagang tidak memiliki kotak sampah yang sesuai dengan persyaratan, mereka menggunakan kantong plastik untuk melakukan pewadahan sampah dan ada pula yang hanya mengumpulkannya disekitar kios/los. Maka sudah pasti tidak ada proses pemisahan sampah berdasarkan karakteristiknya. Pada tahap pengangkutan sampah dilakukan tiga hari sekali seharusnya setiap hari karena jumlah sampah melebihi kapasitas kontainer sampah (TPS). Oleh karena itu penulis menyarankan agar Dinas pengelola pasar dapat mewajibkan kepada setiap pedagang memiliki kotak sampah sesuai dengan Keputusan Menkes RI No. 519 tahun 2008 tentang pedoman penyelenggaraan pasar sehat. Kata kunci : Pengelolaan sampah, sampah organik, sampah anorganik. Daftar Bacaan : 10 (2007-2016)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Politeknik Kesehatan Tanjungkarang > Jurusan Kesehatan Lingkungan > D3 Sanitasi
Depositing User: user d3kesling
Date Deposited: 13 Dec 2019 09:18
Last Modified: 17 Dec 2019 02:54
URI: http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/791

Actions (login required)

View Item View Item